Oleh: Alfred Lanang Seorang pemimpin adalah pribadi yang tidak duduk diam di kursi kepemimpinan semata tetapi juga dengan kerendahan hati, berani turun
Tag: Opini
Atambua Jangan Sampai Kehilangan Jiwa Refleksi dari Haliwen tentang Eksodus, Kota Batas dan Masa Depan Kaum Muda
Oleh: Matheus Tnopo Atambua sedang berubah. Kota yang dahulu terasa sederhana kini semakin ramai sebagai kota batas. Kendaraan semakin banyak, aktivitas ekonomi
Ketika Teknologi Menjadi Tuan: Kritik Martin Heidegger Terhadap Homo Digitalis di Era “Post-Truth”
Oleh: Ovand Jawa Dewasa ini, gempuran teknologi telah meyerbu masuk pikiran manusia dan telah mengakibatkan rasionalitas manusia menjadi tumpul. Manusia kehilangan otonomi
Pembajakan Negara dan Bom Waktu di Dapur Rakyat
Oleh: Yoga Duwarto Sebuah kekuasaan jarang runtuh karena gertakan politik di panggung atas, melainkan pecah dari dapur rakyat yang kehilangan piring makannya.
Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya
Oleh: Fr. Rafael Lumintang, OCD Pada Rabu, 9 September 2026, tanah Papua kembali menyimpan sebuah tragedi. Dikutip dari media (ANTARA), tiga pegawai
Komunikasi Pedagogis dan Ruang Tumbuh Pembelajaran
Oleh: Diena San Fauziya Pendidikan tidak pernah hanya berurusan dengan pengetahuan. Di dalamnya selalu terdapat relasi antarmanusia yang menentukan bagaimana pengetahuan diterima,
Karpet Merah Danantara: Menimbang antara Kebutuhan Likuiditas dan Risiko Integritas Sistem Keuangan
Oleh : Yoga Duwarto “Kebijakan publik yang sehat tidak boleh menukar kepastian hukum jangka panjang hanya demi mengejar likuiditas jangka pendek.” Urgensi
Jangan Datangkan 700 Sapi Sebelum Rumputnya Siap
Oleh: Gama Lusi Andreas Soge Pengadaan 700 bibit Sapi Bali oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, sedang berada di persimpangan.
Di Mana Pendidikan Bahasa Anak Bermula?
Oleh: Heri Isnaini Pernahkah kita melihat anak yang begitu fasih memainkan gawai, tetapi kebingungan ketika diminta menceritakan kembali apa yang baru saja
Jeremias Lemek: Menyalakan Api Keadilan
Oleh: Gregorius Sahdan Ada orang yang menjalani hukum sebagai profesi. Ada yang menjadikan hukum sebagai jalan menuju kekuasaan. Tetapi ada pula orang
Papua Bukan Tanah Kosong: Membaca Wajah Baru Kolonialisme
Oleh: Paskalis Setiawan Mamput “Indonesia, tanah berseri, Tanah yang aku sayangi, Marilah kita berjanji, Indonesia abadi. S’lamatlah rakyatnya, S’lamatlah putranya, Pulaunya, lautnya,
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- …
- 69
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.










