Di sebuah sekolah dasar di Prefektur Niigata, Jepang, seorang guru bertanya kepada murid-muridnya: “Siapa yang ingin menjadi petani?” Beberapa tangan terangkat, tanpa
Tag: Fileski Walidha Tanjung
Terumbu Karang dalam Tidur Panjang
Aku dulu adalah kota di bawah air,batu warna-warni yang mencintai ombak,rumah bagi yang bernapas dengan insang,sekarang aku hanyalah fosil,terkubur dalam video promosi
Negara adalah Sebuah Puisi yang Belum Selesai
Negara adalah puisi yang belum rampung,ditulis ulang setiap kali rakyat berteriak:“Di mana keadilan?”atau“Makna kemerdekaan dengan kelaparan?”1 Juni bukan angka—ia adalah diksi,Soekarno menyisipkan
Pancasila di Ruang Rapat Daring
“Mute dulu, Pak, feedback-nya ngga enak.”Di layar: wajah-wajah separuh tubuh menjalar,berdebat tentang siapa yang lebih pancasilaissambil memutar filter wajah, agar terlihat lebih
Hari Pendidikan dan Kesadaran Kasta: Mencari Letak Jati Diri
Hari itu, saya bukan hanya sedang mengajar seni budaya di sebuah kelas, tetapi juga sedang berhadapan dengan satu dari sekian banyak pertanyaan
Hari Buruh, Pendidikan dan Tubuh Perempuan di Tengah Krisis Moral
Di tanah yang katanya paling taat, perempuan-perempuan muda menjajakan tubuhnya secara daring. Bukan di distrik merah Amsterdam, bukan pula di distrik hiburan
Tentang Generasi yang Tak Punya Nyali Bertanya
Di negeri yang menjunjung tinggi slogan “membaca adalah jendela dunia”, kita seringkali lupa bahwa tak semua anak dilahirkan di rumah yang memiliki
Membaca Ulang Surat-Surat Kartini di Bawah Tumpukan Kebaya
Tanggal 21 April, nyaris tiap tahun, sekolah sekolah di Indonesia menjelma panggung kontes kostum etnik. Anak-anak perempuan mengenakan kebaya, rambut disanggul, dilengkapi
Kesadaran yang Salah, Membuat Manusia Menderita
Orang bilang, ikan sangat menyukai air, tapi air malah merebus ikan. Seperti paradoks Zen, kalimat ini menyodorkan lanskap berpikir yang mengganggu nalar
Otak Manusia Tidak Dirancang untuk Mencari Kebenaran
Jika sejarah adalah museum gagasan, maka salah satu artefak paling purba di dalamnya adalah hasrat manusia akan “kebenaran” bukan sebagai fakta objektif,
Masyarakat Hedon Tanda Kehancuran Suatu Bangsa
Pada detik-detik terakhir kehidupannya, Nabi Muhammad SAW tidak mengeluhkan kekurangan umatnya atas harta. Justru sebaliknya: yang beliau takutkan adalah saat pintu-pintu dunia
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.










