Pilgub NTT, 01 Timor “Now or Never”

oleh -3088 Dilihat
banner 468x60

Simon Petrus Kamlasi (SPK) menjadi orang pertama dari Timor yang akan memimpin provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah sebelumnya pernah ada tokoh Esthon Leiloh Foenay yang maju calon Gubernur tetapi dikalahkan Frans Lebu Raya dan Viktor Bungtilu Laiskodat dalam kontestasi pemilihan langsung.

SPK rela melepas jabatan dan bintang di karier militer TNI AD, yang masih panjang tetapi memilih pensiun dini dengan pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) karena baginya jabatan dan bintang akan membuat dirinya semakin jauh dari masyarakat dan keluarga di NTT.

Sejak menjabat Kepala Staf Korem (Kasrem) Wira Sakti 161 Kupang, SPK berkeliling NTT dan melihat kondisi masyarakat yang masih berada dalam keterbatasan di berbagai aspek kehidupan yang mendorong nuraninya untuk berbuat sesuatu. Dalam jabatannya dia memberi sedikit sumbangsih dalam hal penyediaan air bagi masyarakat yang hidup di daerah kering dan jauh dari sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

SPK dengan inisiatifnya membangun 400 titik pompa hidram hasil modifikasinya di seluruh pelosok NTT, menghadirkan air bagi masyarakat yang kesulitan air dan jauh dari sumber air. Selain itu, SPK juga mengolah beberapa lokasi pertanian dengan sistem irigasi pompa hidram yang membuahkan hasil panen jagung duakali dalam setahun mancapai 20 ton sekali panen.

SPK juga mendirikan dua pabrik pakan ternak yang diberi nama Flobamora Foder dan Nusa Cendana Pakan di Kupang yang masih beroperasi hingga saat ini untuk melayani masyarakat. Memanfaatkan bahan baku lokal limbah dari petani dan nelayan diolah menjadi pakan ternak untuk unggas dan babi.

Berspiritkan kondisi faktual masyarakat NTT yang butuh keseriusan dan fokus sosok pemimpinnya, SPK melangkah gagah berani turun ke kampung-kampung di pelosok Flobamorata, menjumpai masyarakat berbagi ide dan gagasan untuk NTT maju, mandiri dan berkelanjutan dalam bingkai NKRI menuju Indonesia Emas 2045.

NTT butuh pemimpin kreatif dan inovatif, sebagai magnet untuk menarik perhatian dari berbagai pihak. SPK adalah pemimpin magnetis yang mampu menciptakan inovasi dan menarik perhatian pemerintah pusat karena berprestasi dan layak diperhatikan.

SPK tidak sekadar Timor, SPK adalah putera terbaik tanah Timor yang mempersembahkan diri untuk NTT lebih baik. Dia adalah putera Timor yang cerdas dan memiliki segudang prestasi di bidang teknologi terapan yang sudah dibuktikan selama berdinas militer dan kemampuan itu sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat NTT saat ini agar segera keluar dari kukungan stigma termiskin dan terbelakang melalui kerja kreatif dan inovatif pemimpinnya.

SPK adalah ujian bagi orang Timor dalam Pigub NTT. Jika tidak terpilih, selanjutnya akan sulit bagi partai politik melirik tokoh Timor untuk didorong menjadi 01 NTT. Ujian tanggal 27 November 2024 akan menentukan putera Timor memimpin NTT. Timor – Now or Never!

(Tim Redaksi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.