Muncul beberapa nama figur menghiasi beranda perpolitikan menuju arena kontestasi Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 27 November mendatang.
Rilis survei politik menempatkan figur muda Emanuel Melkiades Laka Lena di posisi teratas (30 persen lebih), disusul Simon Petrus Kamlasi (22 persen lebih) dan Yohanis Fransiskus Lema (19 persen lebih).
Dari tiga figur pemilik elektabilitas teratas, hanya Simon Petrus Kamlasi yang sudah memiliki pasangan wakil yaitu Adrianus Garu politisi muda asal Manggarai. Sementara Laka Lena dan Ansy Lema masih menakar arah pilihan siapa calon pendampingnya diantara beberapa nama.
Survei SMRC melakukan simulasi terhadap beberapa nama pasangan Laka Lena, yaitu Jane Natalia Suryanto dan Gabriel Beri Binna.
Secara angka survei kedua nama calon pendamping Laka Lena tidak berbeda signifikan, rata-rata selalu 30 persen lebih.
Keduanya memiliki modal politik dan memiliki rekam jejak karier mumpuni di NTT.
Jane Natalia Suryanto, seorang pengusaha sukses di kota Metropolitan Jakarta. Dibalik kesuksesannya, dia ingin berbagi dengan orang lain. Dan itu yang telah dilakukan untuk membantu masyarakat NTT selama 7 tahun terakhir.
Setelah sukses menggeluti usahanya di PT Dutamasindo Labora Jaya yang merupakan sebuah Perusahaan Distributor Besar dan Terkenal di Jakarta. Bahkan sudah banyak membantu masyarakat NTT dengan uang pribadinya, namun dirinya tetap masih merasa kurang untuk membantu masyarakat Flobamorata.
Atas dasar inilah beliau tertarik untuk bergabung dalam Partai Politik. Karena menurutnya, agar dapat membantu masyarakat lebih banyak lagi maka satu-satunya jalan harus masuk di dalam sistem pemerintahan.
Sedangkan, politisi asal Kabupaten Alor Gabriel Beri Binna pernah menjabat Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi NTT selama beberapa periode setia mendampingi Esthon Foenay.
Gabriel Beri Binna juga malang melintang di dunia aktivis LSM sebelum bergabung partai Gerindra yang menghantarnya ke kursi DPRD Provinsi NTT selama tiga periode dari daerah pemilihan Flores Timur, Alor dan Lembata. Dia pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT.
Melki Laka Lena dihadapkan pada dua pilihan antara Jane atau Beri Binna. Kemana arah pilihan calon wakil gubernur pendamping Laka Lena?
Belakangan santer terdengar nama Johanis Asadoma sebagai salah satu calon kuat pendamping Laka Lena.
Johanis Asadoma memiliki prestasi gemilang dalam dunia kepolisian baik di level nasional dan internasional. Pernah dua kali Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Internasional (Hubinter) Mabes Polri, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara dan NTT.
Dia menjadi orang ketiga putera daerah NTT yang menjadi orang nomor satu di Polda NTT, setelah mendiang Thitus Uly dan anaknya Jacki Uly.
Di awal kariernya, lulusan Akademi Polisi (Akpol) Johanis Asadoma pertama kali menjabat sebagai Komandan Peleton Brimob Polda Sulut. Kemudian dilanjutkan sebagai Komandan Kompi Mako Brimob hingga Kepala Sub Bidang Gegana POLRI.
Mantan Jenderal bintang 2 juga pernah memimpin Kontingen Garuda Bhayangkara FPU Indonesia pertama yang bergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Darfur, Sudan, kontingen tersebut berangkat pada 11 Oktober 2008.
Berkat prestasi yang diukir, Johanis Asadoma meraih pangkat tertinggi Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi sebelum pensiun tahun 2023.
(Tim Redaksi)







