Ima Blegur Dorong Percepatan Pembangunan Sektor Kemakmuran

oleh -1574 Dilihat
banner 468x60


RADARNTT, Kalabahi – Menurut Bakal Calon Bupati Alor Imanuel Ekadianus Blegur (Ima Blegur) dalam rangka mempercepat pengentasan kemiskinan dan stunting serta untuk mendukung pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Alor, kebijakan anggaran harus mengarah pada percepatan pembangunan sektor-sektor kemakmuran.

“Percepatan ini harus dilakukan secara terintegrasi antara sektor pertanian dan tanaman pangan, sektor perkebunan, sektor kehutanan serta sektor perikanan dan kelautan. Pola usaha di sektor-sektor ini yang pada umumnya masih sangat tradisional, perlu dirubah dengan pola usaha yang lebih maju, yang berbasis pada perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi,” tegas Ima Blegur.

Pembangunan sektor-sektor kemakmuran diarahkan untuk mencapai kemandirian pangan dan kesejahteraan petani melalui produksi pertanian, perikanan dan industri pengolahan hasil. Sektor pertanian, perikanan dan kehutanan memberikan kontribusi paling besar terhadap PDRB kabupaten Alor sebesar 32,70 persen (BPS 2023).

Dijelaskan, Ima Blegur, dalam jangka panjang kebijakan ini diarahkan untuk mencapai beberapa sasaran, yaitu:

Pertama, menekan serendah mungkin ketergantungan masyarakat Alor terhadap produk pertanian, peternakan serta perikanan dan kelautan, terutama produk pangan yang datang dari luar Alor.

“Bawang merah, bawang putih, cabe, sayur-sayuran, buah-buahan, ikan kering, telur ayam, daging ayam, daging sapi, kecap, minyak goreng, beras, jagung, serta produk olahan hasil pertanian, peternakan serta perikanan dan kelautan,” sebut Ima Blegur.

Produk-produk tersebut, kata dia, selama ini masih banyak yang datang dari luar seperti Timor, Bima dan Makassar. Padahal tanah air Alor cukup tersedia dan cocok untuk berproduksi.

Kedua, mengurangi capital flight dan mewujudkan kemandirian pangan.

Pelarian modal/uang keluar daerah melalui tingginya arus masuk barang kebutuhan pokok dari luar daerah seperti disebutkan di atas perlu dicegah dan ditekan agar perputaran modal terjadi di dalam daerah.

“Maka segala bahan kebutuhan pokok pangan kita yang bisa diproduksi di Alor harus diproduksi sendiri sehingga terwujud kemandirian pangan,” tegasnya.

Kemandirian pangan, jelas Ima Blegur, tidak saja produksi tetapi akses, bahan pangan yang tersedia dan mudah diakses oleh masyarakat secara merata.

Ketiga, meningkatkan pendapatan petani, peternak, nelayan dan pelaku usaha di bidang pengolahan hasil pertanian, peternakan, perkebunan dan kehutanan.

Alor sebagai daerah kepulauan, memiliki potensi pertanian, kelautan dan perikanan masing-masing tempat dengan keunggulan komparatif yang mestinya saling mengisi dan melengkapi kebutuhan pokok.

Keempat, memenuhi kebutuhan pasar lokal, regional, nasional bahkan internasional akan produk dan produk olahan hasil pertanian, peternakan, perkebunan, kehutanan serta perikanan dan kelautan.

Kelima, Mendorong industri pengolahan hasil perikanan dan kelautan, pertanian, peternakan, perkebunan dan kehutanan.

“Kita mendorong industri pengolahan hasil agar ada nilai tambah produk barang dan jasa dari sektor pertanian, perikanan dan kelautan yang berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku usaha,” tegasnya.

Ima Blegur mengatakan, memilih model industri skala rumah tangga atau home industry dan skala menengah dan besar. Jenisnya menyesuaikan dengan potensi bahan baku yang tersedia di masyarakat berdasarkan potensi desa masing-masing.

Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian, kelautan dan perikanan butuh dukungan input produksi yang maksimal, sehingga melibatkan multi pihak seperti kelompok tani, penyuluh pertanian, penyedia sarana produksi (pupuk, bibit unggul dan obat-obatan).

“Di sektor pertanian, salah satu yang penting adalah memperhatikan jalan usaha tani (JUT) sebagai sarana infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kemudahan akses barang dan jasa ke sentra produksi,” tandasnya ke awak media belum lama ini, di kediamannya. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.