Dilema Ansy Lema dan Laka Lena

oleh -2969 Dilihat
banner 468x60

Percaturan politik Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki babak yang menentukan, di akhir Juli mulai mengkristal dukungan partai politik dalam koalisi mengusung pasangan bakal calon.

Baru mengemuka beberapa nama bakal calon Gubernur yang potensial didukung, diantaranya ada Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema) dan Emanuel Melkiades Laka Lena.

Kedua figur memiliki elektabilitas tertinggi menurut klaim survei masing-masing. Ya, karena setiap partai politik atau calon dan pasangan calon mewajibkan survei sebagai prasyarat utama untuk mengukur elektabilitas.

Survei Charta Politika Indonesia menempatkan Melkiades Laka Lena punya elektabilitas tertinggi yakni 18,6 persen. Disusul Benny Kabur Harman 17,6 persen, Yohanis Fransiskus Lema 16,9 persen, Viktor Bungtilu Laiskodat 12,4 persen dan Emilia Julia Nomleni 10,1 persen serta Irjen Pol Purn Johni Asadoma 3,3 persen.

Ansy Lema dan Melky Laka Lena adalah sama-sama politisi Senayan di DPR RI, mereka baru terpilih untuk kedua kalinya masuk parlemen.

Ansy Lema sebagai politisi PDI Perjuangan yang dikenal vokal di Senayan, berada di Komisi IV yang mempunyai ruang lingkup tugas di bidang: Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kelautan.

Sedangkan Melki Laka Lena sebagai politisi Partai Golkar, punya posisi lebih mentereng sebagai Wakil Ketua Komisi IX yang membidangi Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kependudukan.

Mereka sama-sama berdarah Flores kelahiran Kota Kupang, mewakili masyarakat daerah pemilihan NTT II yang meliputi pulau Timor, Rote Ndao, Sabu Raijua dan Sumba.

Ansy Lema dan Melky Laka Lena punya irisan basis pemilih yang hampir sama dari daerah pemilihan NTT II dan berlatar belakang religius yang sama. Mereka sama-sama penganut Katolik Roma tulen bahkan sama-sama pernah mengenyam pendidikan di seminari.

Ansy Lema dan Laka Lena bakal rela melepaskan jabatannya di Senayan sebagai Anggota DPR RI aktif maupun terpilih. Untuk fokus dan berkonsentrasi pada urusan pemenangan Pilkada yang sudah setengah jalan.

Ansy Lema dan Laka Lena harus pandai memilih gandengan wakil yang bakal turut menentukan kemenangan. Jika salah buka langkah maka terlempar keluar gelanggang. (Tim Redaksi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.