Masa Prapaskah Saatnya untuk Bertobat: Hidup Kembali Dalam Belas Kasih Allah

oleh -1234 Dilihat
banner 468x60

TINGGAL DALAM DOSA menjadikan hati kita menjadi keras seperti batu. Inilah yang membuat Gereja semakin menderita. TINGGAL dan MERASA NYAMAN DENGAN DOSA. Hati menjadi tertutup terhadap Roh Kudus dan kasih Allah. Ketika kita berani untuk membuka diri pada ROH KUDUS dan KASIH ALLAH yang senantiasa merangkul dan menyambut kita, maka kita akan keluar dari cengkeraman dosa, HATI menjadi lembut, HATI pun menjadi tempat perjumpaan yang mesra dengan ALLAH.

Yesaya dalam bacaan pertama dengan sangat indah melukiskan bagaimana Allah membuat segala sesuatu menjadi baru tanpa harus mengingat-ingat lagi masa lalu dan jangan memperhatikan pada apa yang telah terjadi (Yes 43:18).

Untuk bertumbuh dan hidup dalam belas kasih Allah, hal yang harus kita perbuat adalah meninggalkan dan melupakan apa yang telah terjadi di masa lampau dan tidak memberi kesempatan kepada otak untuk mengingat-ingat kembali masa lalu yang telah kita lewati dalam lumpur dosa dan kegelapan dunia.

Demikianlah yang juga ditegaskan oleh Paulus dalam bacaan kedua (Flp 3:8-14). Paulus berani mengatakan bahwa apa yang dahulu merupakan keuntungan sekarang dianggap rugi dan sampah karena Kristus (Flp. 3: 8), karena Paulus telah melupakan apa yang telah terjadi di masa lalunya dan kini dia BERLARI-LARI KEPADA TUJUAN UNTUK MEMPEROLEH HADIAH, YAITU PANGGILAN SORGAWI DARI ALLAH DALAM YESUS KRISTUS (Flp 3:14).

Apa yang terjadi pada Yesaya dan Paulus, kini digenapi oleh YESUS yang menerima kembali wanita yang kedapatan berbuat zinah dan hendak dihukum oleh orang-prang Farisi dan ahli-ahli taurat. YESUS dengan penuh belas kasih, mengatakan kepada perempuan itu, “Pergilah Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang” (Yoh 8: 11).

Pesan Yesus ini jelas bahwa jangan lagi menoleh ke masa lalu, ke masa penuh dosa. Kini adalah masa penuh rahamat. Kini adalah masa belas kasih di mana Yesus telah mengampuni segala dosa dan kesalahannya. Belas Kasih Allah mengalir secara penuh dalam dirinya. Karena itu, pergi dan jangan menoleh lagi ke masa lalumu.

Marilah kita kembali ke dalam keluarga dan komunitas kita, marilah hidup dalam belas kasih Allah tanpa dendam, saling menjatuhkan, saling menghakimi, saling menuding, saling iri hati, saling cemburu, saling dendam. Undang Yesus masuk ke dalam rumah kita, ke dalam keluarga kita dan komunitas kita agar kita dapat merasakan belas kasihNya yang sungguh mencintai kita. Kita adalah pendosa yang sungguh dicintaiNya karena itu jangan takut untuk datang kepadaNya dan hiduplah dalam belas kasihNya.

TABE MOMANG

Dasar Biblis Yes 43:16-21; Flp 3:8-14 dan Yoh 8:1-11

Oleh: Reverendus Dominus [RD]. RIANO TAGUNG / Pastor Paroki Hati Maha Kudus Tuhan Yesus Pota

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.