Tumbal Pesugihan

oleh -90 Dilihat
Ilustrasi
banner 468x60

Pemilik restoran itu mendatangi Gunung Kawi, untuk bertransaksi dengan makhluk misterius agar restorannya ramai dikunjungi para pelanggan.

Ia menjadikan karyawan Fulan sebagai tumbal pesugihan.

Tak lama kemudian para pelanggan baru berdatangan, omset restorannya kian meningkat drastis, dan istrinya yang cantik terheran-heran ketika penghasilannya kian meroket dari hari ke hari.

Namun, di saat waktu yang ditentukan, tampaknya tak terjadi apa-apa pada diri Fulan.

Ia tetap masuk kerja seperti biasa, juga melaksanakan solat di saat waktu zuhur tiba.

Sang pemilik restoran kembali mendatangi Gunung Kawi hendak menanyakan pada seorang Kuncen tentang kabar karyawannya yang tetap sehat walafiat.

Sepulang dari Gunung Kawi, mobil yang dikendarainya terjun ke sungai setelah menabrak tiang listrik.

Si pemilik restoran tewas di tempat, mobil mewahnya ringsek dan hancur seketika.

Sampai kemudian, seusai masa iddah, karyawan Fulan menikahi janda mendiang yang cantik sambil mengajarinya ilmu agama dan makrifat yang mengharamkan segala bentuk takhayul dan penyembahan terhadap berhala. ***

Oleh: Ahmad Rafiuddin

(Pengasuh Pesantren Tebuireng 09, Banten, penulis buku Marwah Pesantren, juga penulis esai dan puisi di berbagai media nasional luring dan daring)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.