Untuk apa tanah subur makmur gemah ripah loh jinawi, namun tidak disertai rasa syukur kepada Tuhan, serta tak punya rasa terimakasih kepada para bapak bangsa yang mengantarkan kita ke pintu gerbang kemerdekaan.
Bangsa ini telah dipaksa oleh berita-berita hoaks dari para industrialis dan imperialisme Barat serta agar membenci dan memusuhi para pendahulu kita.
Namun hakikatnya, pernyataan mereka hanyalah opini dan wacana yang dikembangkan oleh para sponsor-sponsor media yang mau menyuarakan kepentingan neokolonialisme belaka.
Sampai pada akhirnya, bangsa ini telah menjauh dari fakta-fakta akademis dan ilmiah, namun hanya tersusupi oleh pernyataan-pernyataan politik dari elit global sebagai induk semang kepada penguasa lokal selaku abdi-abdinya. (*)
Oleh: Supadilah Iskandar
Penulis adalah Penggiat Sastra Milenial Indonesia, menulis Puisi dan Prosa di berbagai media nasional, luring dan daring







