Ketika Lonceng Terakhir Memanggilmu Pulang

oleh -836 Dilihat
banner 468x60

Di kepakan pagi yang perlahan redup,
namamu, melayang seperti doa yang tak pernah selesai.

Di altar gereja kita, tempat langkahmu menua dalam kesetiaan, lonceng itu masih berdenting, seolah memanggilmu untuk sekali lagi menyalakan lilin, menata bangku, membuka pintu bagi siapa pun yang butuh rumah Tuhan.

Engkau, ibu yang hatinya tak pernah patah, koster yang menjaga rumah Allah seperti menjaga jiwa sendiri, pengurus KBG yang tak pernah letih, menyapa satu per satu umat dengan senyum yang tak putus.

Dalam tiap tugas, dalam setiap pelayanan, kami melihat Injil hidup yang tak hanya dibaca, tetapi dijalani dengan cinta.

Namun di balik senyum yang lembut itu,
ada medan perang yang tak kami lihat: luka, obat, air mata, malam-malam tanpa tidur.

Derita datang sebagai pencuri, tetapi tak pernah mampu mencuri imanmu.

Engkau melawan dengan diam yang tabah, dengan rosario yang tak pernah lepas dari genggaman, dengan keberanian yang bahkan para malaikat pun kagumi.

Dan kini, di ujung perjalanan panjangmu, kau kembali kepada Dia yang lebih dulu mengasihimu.

Tetapi di sini, ada satu hati kecil yang masih mencari tanganmu setiap kali pulang sekolah: seorang putra yang masih kecil yang kau bimbing dengan doa, kau peluk dengan keteguhan, kau didik dengan cahaya yang kau tinggalkan.

Untuknya, cinta yang kau tanam takkan mati. Ia akan tumbuh menjadi pohon kuat yang daunnya mengenang senyummu dan akarnya memeluk warisan imanmu.

Kami, para sahabat dan keluarga akan berdiri di sisinya sebagai bukti bahwa kasih seorang ibu tak pernah terputus oleh kematian.

Selamat beristirahat, Ibu.

Pelayananmu telah menjadi nyanyian kudus yang menggema sampai surga.

Kami melepasmu dengan air mata yang bukan hanya sedih, tetapi juga rasa syukur karena pernah mengenal seorang perempuan yang hidupnya adalah doa panjang dan kematiannya adalah berkat yang kembali kepada Tuhan.

Damailah dalam pangkuan Bapa, pejuang iman, penjaga altar, ibu penuh cinta.

Namamu akan terus kami panggil dalam setiap lilin yang menyala, setiap lonceng yang berdentang, dan setiap anak kecil yang tersenyum karena di dalam mereka, jejakmu tetap hidup.

Lembata, 18 November 2025

Oleh: Albertus Muda Atun

Penulis adalah Guru ASN di SMAS Keberbakatan Olahraga San Bernardino Lembata

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.