Perang antara Iran melawan Amerika-Israel telah diprediksi oleh Rasulullah sejak 1400 tahun yang lalu, ketika turunnya firman Allah (surat Muhammad: 38), secara eksplisit menegaskan: seandainya bangsa Arab tak sanggup memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan (agama Allah), kelak akan muncul dari bangsa lain yang akan teguh berjuang di jalan kebenaran.
Seketika itu, Abu Hurairah dan sahabat lainnya bertanya: bangsa manakah yang akan sanggup berjuang menegakkan prinsip keadilan itu, ya Rasulullah?
Sambil menepuk pundak Salman Al-Farisi, seorang sahabat dari Persia (Iran), Rasulullah menjawab, bangsa dari pria inilah yang akan sanggup menghadapinya.
Bahkan, jika pun kebenaran itu berada di ketinggian langit ketujuh (bintang tsurayya), mereka akan sanggup menggapainya. ***
Oleh: Mu’min Roup
(Dosen dan Peneliti dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, menulis opini dan prosa di berbagai media nasional, luring dan daring)







