Ketika seorang Ali Khamenei gugur dalam memperjuangkan nilai-nilai kebaikan, akan lahir ribuan Ali Khamenei lainnya terus berjuang menegakkan prinsip kebenaran dan keadilan.
Begitu pun dalam memperjuangkan kezaliman, ketika seorang penjahat tewas, akan muncul penjahat-penjahat lainnya yang akan terus menjadikan kesewenangan sebagai motor penggeraknya.
Figur Ali Khamenei bukanlah sejenis penguasa modern yang angkuh, pengecut dan serakah, hingga mudah diperalat agar menyokong kezaliman demi terangkatnya pamor dan popularitas duniawi.
Pada prinsipnya, hidup adalah perjuangan untuk memilih, sampai pada akhirnya kita semua harus menjatuhkan pilihan sebagai pembela Imam Mahdi, ataukah menjadi pengikut-pengikut Dajjal? (*)
Oleh: Hafis Azhari
Penulis adalah Peneliti program historical memory, penulis novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten








