Selain Leo Lelo dan Anita Gah, Ini 3 Kader Berpeluang Maju Ketua DPD Demokrat NTT

oleh -916 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) baru akan berlangsung tahun depan tetapi sudah digadang-gadang tiga kader yang berpeluang maju calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) selain Leonardus Lelo dan Anita Yacoba Gah yang sudah menyatakan sikap secara terbuka.

Tiga kader yang juga berpeluang maju calon Ketua DPD Partai Demokrat NTT adalah Bupati Belu Wilibrodus Lay, Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, dan Anggota DPRD Provinsi NTT Bonifasius Jebarus.

Mereka semua adalah kader-kader terbaik yang sudah teruji kinerja politiknya, sehingga layak menerima mandat dan tanggung jawab memimpin DPD Partai Demokrat Provinsi NTT.

Persaingan bakal ketat, ada dua Bupati dan satu lagi Anggota DPRD Provinsi NTT akan menambah tensi kompetisi bersama Leo Lelo dan Anita Gah dalam memperebutkan kursi Ketua DPD Partai Demokrat NTT yang kini dijabat Leo Lelo. Mereka semua kader terbaik yang sudah sangat teruji kiprah politiknya.

Menurut ketentuan peraturan organisasi masing-masing figur bakal calon harus mengumpulkan dukungan minimal 20 persen suara (DPD dan DPC) se-NTT, untuk kemudian ditetapkan menjadi calon dalam forum Musda. Dan perlu diingat masih ada 20 persen suara Ketua Umum DPP akan sangat menentukan siapa Ketua DPD terpilih.

Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumba Barat Daya, Agustinus Tamo Mbapa mengatakan, setiap kader memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri sebagai Ketua DPD asalkan memenuhi syarat formal oraganisasi dan mendapat dukungan minimal suara DPC serta Ketua Umum memberi restu.

“Siapa pun kader yang berniat menjadi Ketua DPD perlu mendapat dukungan pemegang hak suara (DPD dan DPC) sebagai syarat mutlak serta suara Ketua Umum DPP Partai Demokrat menjadi penentu,” ujarnya, belum lama ini di Kupang.

Gustaf Tamo Mbapa menekankan agar proses pencalonan Ketua DPD Demokrat Provinsi NTT berjalan demokratis, damai dan sejuk.

“Kita berharap proses pemilihan Ketua DPD Demokrat NTT tahun depan agar berlangsung demokratis, damai dan sejuk,” pinta Gustaf yang juga masuk Fungsionaris DPP Partai Demokrat.

Dia mengharapkan, kompetisi internal yang membangun dan menguatkan, jangan sampai memecah belah partai, jangan ada lagi yang keluar dari Partai Demokrat.

Sementara, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Paskalis Angkur menegaskan, Musda bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan namun yang lebih penting dari itu adalah sebagai ruang evaluasi terhadap lima tahun perjalanan organisasi dalam satu periode masa kepengurusan.

“Yang akan dievaluasi pada Musda yang akan datang adalah masa kepemimpinan Ketua Leonardus Lelo, apa prestasi yang dicapai tentu akan disandingkan dengan keadaan periode sebelumnya di masa Jefri Riwu Kore,” jelas Paskalis Angkur.

Oleh karena itu, tegasnya, siapapun yang ingin mencalonkan diri jadi ketua silakan bertarung dengan ide dan gagasan untuk membangun Partai Demokrat NTT ke arah yang lebih baik dari yang sekarang.

“Mampu menjaga soliditas seluruh kader dan mampu bekerja sama dan menggerakan struktur di setiap tingkatan,” tandasnya.

Diketahui, ada 24 hak suara yang terdiri dari 22 DPC kabupaten/kota, dan 2 dari DPD dan Orsap tingkat provinsi yang menentukan siapa saja bakal.calon Ketua DPD Demokrat Provinsi NTT lima tahun mendatang. (TIM/RN)

.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.