Daniel Hurek: SIAGA Menang NTT Hijau

oleh -3087 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Mantan Wakil Walikota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) Daniel Hurek menegaskan bahwa mengusung agenda “NTT Hijau” dengan pembangunan ramah lingkungan pasangan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA) bakal memenangkan pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT periode 2024-2029.

Daniel Hurek menegaskan bahwa agenda NTT Hijau sangat relevan dengan kondisi NTT, masalah lingkungan menjadi perhatian serius pemerintah karena banyak kebijakan pembangunan sering mengabaikan aspek lingkungan hidup.

“NTT Hijau dengan kebijakan pembangunan ramah lingkungan adalah penting diperhatikan demi keberlanjutan hidup manusia,” tegasnya di Kupang, Selasa (10/9/2024).

Dia meyakini pasangan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu dengan agenda “NTT Hijau” sangat relevan dengan kondisi NTT yang didominasi daerah kering dan rentan terhadap berbagai bencana terutama kekeringan.

“NTT merupakan daerah kering dan rentan bencana kekeringan dan kemarau panjang sehingga butuh aksi melestarikan lingkungan dan menjaga alam,” jelas Mantan DPRD Kota Kupang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurutnya, manusia berada dalam satu mata rantai ekosistem sehingga sudah wajib hukumnya manusia sebagai makhluk termulia diantara makhluk lainnya harus memimpin gerakan merawat alam untuk kehidupan.

Senada dengannya, Politisi Partai NasDem Alexander Take Ofong mengatakan pengurangan risiko bencana (PRB) juga menjadi perhatian dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah.

“Karena kita tidak bisa menghindari bencana tetapi bisa membangun ketahanan untuk mengurangi risiko yang timbul,” tandasnya.

Alex Ofong meyakini hal ini sangat dipahami Simon Petrus Kamlasi sebagai mantan Kepala Staf Ahli Tingkat II Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Bidang Lingkungan Hidup.

Diketahui, NTT merupakan provinsi kepulauan yang terdiri dari 1.192 pulau, sebagian besar tidak berpenghuni. Lima pulau besar di NTT dikenal dengan nama ‘Flobamorata’, yaitu Pulau Flores, Sumba, Timor, Alor, dan Lembata. 

Provinsi NTT rentan mengalami kekeringan karena beberapa faktor, di antaranya: Letak geografis NTT yang berada di selatan katulistiwa, yaitu di 8°–12° Lintang Selatan dan 118°–125° Bujur Timur, sehingga terpengaruh angin muson timur.

Iklim tropis kering di NTT dengan musim kemarau yang panjang, yaitu sekitar 8 bulan per tahun. Curah hujan yang tidak merata. Kekeringan ekstrem yang sudah berlangsung puluhan tahun di sejumlah wilayah NTT. Kebakaran hutan yang terjadi bersamaan dengan puncak kemarau.

Beberapa dampak dari kekeringan ekstrem di NTT, di antaranya: Rawan pangan, Kemiskinan. 

Menurut WALHI, NTT sebagai provinsi kepulauan sering menghadapi berbagai tantangan berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan manusia dan kelestarian ekosistemnya. Secara geografis, sebagai provinsi kepulauan yang memiliki mayoritas pulau kecil 1.190 pulau kecil dengan garis pantai sekitar 5.700 Km dan luas laut 15.141.733 Ha sangat rentan terhadap perubahan iklim. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.