Terkendala Jaringan Internet, Siswa SDK 058 Lere Mapitara Laksanakan TKA di Polindes

oleh -806 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Maumere – Siswa Sekolah Dasar Katolik (SDK) 058 Lere Desa Egon Gahar Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur terpaksa melaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Polindes karena terkendala jaringan internet.

TKA berlangsung Senin, 16 Maret 2026. Kepala Sekolah, Primus Agustinus Wawo Ngebu menjelaskan, TKA dilaksanakan dengan menggunakan starlink milik warga setempat atas persetujuan Dinas PKO.

Namun demikian, karena kendala jangkauan starlink yang tidak sampai di sekolah, siswa terpaksa melaksanakan ujian di Polindes desa setempat.

“Kami di Desa Egon Gahar mengalami kesulitan dengan jaringan internet, sebenarnya kami memiliki power XL tapi sudah setengah tahun ini tidak aktif. Tapi kebetulan di Lere ini ada warga yang memiliki starlink tetapi jaringan ini tidak bisa menjangkau sampai di sekolah hanya sampai Polindes, sehingga atas persetujuan dinas PKO, kami tetap melakukan kegiatan TKA di Polindes Egon Gahar,” kata Primus.

Pada proses pelaksanaan TKA, Primus mengatakan butuh waktu yang panjang karena terkendala dengan hal teknis akibat jaringan internet yang putus sambung.

“Sesi pertama tetapi belum selesai karena login ulang kali karena butuh waktu, sehingga kami butuh waktu sampai besok, Sementara sesi kedua bisa berjalan dengan lancar,” imbuh Primus.

Primus menambahkan, pihaknya beberapa waktu lalu sudah mendatangi kantor Dinas PKO Kabupaten Sikka, meminta persetujuan agar pelaksaaan ujian dilaksanakan di kota. Tujuannya agar siswa bisa menumpang di sekolah tertentu yang jaringannya memadai. Namun kendati demikian, pihak Dinas PKO tidak mengizinkan atas dasar ada kemungkinan lain yang bisa diantisipasi.

“Minggu lalu kami sudah ke bertemu pihak dinas PKO agar pelaksaan ujian di Maumere. Kalau bisa kami menumpang di sekolah lain yang di kota, sehingga itu akan lebih mudah. Tetapi pihak dinas tidak mengiziinikan. Karena memungkinkan ada starlinnk dan juga untuk mengnatisipasi, kami menyediakan genset milik warga,” jelas Primus.

Primus berharap agar pemerintah setempat maupun masyarakat yang memiliki simpatik atas permasalahanini bisa memperhatikan kondisi jaringan terutama di daerah yang belum terjangkau. Selain itu, pemerintah juga bisa lebih serius dalam menangani kondisi listrik yang juga masih terkendala.

“Kalau kami di Mapitara ini, jaringan tidak ada, listrik itu kerap kali mati jadi kalau listrik mati jaringan juga tidak bisa. Karena itu memang kami sangat berharap juga pemerintah memperhatikan kondisi jaringan di seluruh ini apalgi kegiatan online seperti ini di seluruh Indonesia termasuk kami di Mapitara. Dan semoga ada orang-orang yang mau membantu kami dalam waktu dekat akan mendapatkan jawaban,” tandasnya.

Senada dengan Kepala Sekolah, Saul Bollatra, salah satu guru SDK 058 Lere juga berharap pemerintah lebih peka dalam menangani permasalahan seperti ini. Terutama dalam program anggaran MBG dan KOPDES Merah Putih yang bisa memberikan sedikit dana bagi sekolah yang terkendala jaringan.

Menurut Saul, sejauh ini pemerintah hanya memberikan jawaban yang sama namun tidak ada progres yang nyata dijalankan.

“Harapan kami adalah kalau ada sisa anggaran program MBG dan KopDes Merah Putih, tolong sisakan sedikit untuk kami. Karena masalah yang sama ketika kami sampaikan ke pemerintah, jawabannya masih tetap sama yaitu nanti diusahakan,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, warga berupaya untuk membelikan voucher untuk 10 peserta, satu teknisi dan satu proktor untuk kelancaran tes. Sementara itu, untuk mengantisipasi listrik yang sering padam, sekolah berupaya meminjam genset milik warga. (RA/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.