TBM Misir Tengah Edukasi Anti Bullying dan Literasi di Sekolah

oleh -1123 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Maumere – Taman Baca Masyarakat (TBM) Misir Tengah, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka mengadakan kegiatan edukasi Anti-Bullying dan Literasi di SDK IV Maumere, Jalan Wairklau 4, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Selasa (13/01/2026).

Kegiatan ini merupakan edukasi anti-bullying perdana sebagai upaya untuk menjaga kesehatan mental dan meningkatkan literasi bagi anak usia sekolah dasar.

Ketua TBM Misir Tengah, Albetina Afloubun mengatakan, kegiatan ini berdasarkan keluhan para guru yang mengatakan kondisi di lapangan yang terjadi pada anak-anak di beberapa sekolah.

“Ini kegiatan yang dilakukan oleh Taman Baca Masyarakat Misir Tengah tentang edukasi Anti-Bullying, kesehatan mental dan peningkatan literasi. Ini bermula saat, kondisi di lapangan ternyata bullying itu berpengaruh dan ini juga menjadi keluhan guru di beberapa sekolah. Akhirnya kami taman baca coba berusaha untuk masuk kerjasama sebagai perantara,” jelasnya.

Ibu dengan sapaan akrab Inay mengatakan, ini merupakan sekolah pertama yang disambangi. Ia berharap bisa mendapatkan respon yang baik dari orang tua dan guru-guru.

“Jadi ini titik pertama sekolah yang kami buat. Semoga sekolah pertama ini outputnya kamu dapat. Orang tua juga harus merespon baik, karena kami butuh kerjasama antara orang tua dan sekolah. Kami juga berharap orang tua dapat berkunjung ke taman bada untuk mendapatkan bahan bacaan untuk anak-anak mereka,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Kepala SDK IV Maumere, Donatus Salam, menanggapi positif dari kegiatan ini. Ia mengatakan bullying menjadi kebiasaan anak-anak di sekolah.

“Pastinya kami merasa berterimakasih dan bersykut sekali karena kehadiran tim anti-bullying dan juga kesehatan mental ini. Karena terus terang kami disini biasanya anak-anak suka mengganggu teman. Bahkan sampai orang tua datang kesini,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini, orang tua dapat memberikan dukungan dan juga kebiasaan bullying dapat segera berkurang.

“Mudah-mudahan efek dari kegiatan hari ini dapat berdampak positif. Misalnya anak-anak semakin sadar bahwa bullying itu tidaklah baik. Orang tua juga melihat kegiatan ini bisa mendukung, bukan hanya guru yang mengajar mereka, tapi mereka di rumah juga bisa mengajarkan anak-anaknya,” Imbuhnya.

Peserta kegiatan ini merupakan seluruh siswa yang terbagi dalam kelas rendah (I, II, III) yang diberikan pemahaman literasi dan kelas tinggi (IV, V, VI) dengan edukasi anti-bullying.

Tim dari TBM terdiri dari beberapa pemateri yang merupakan dokter dan advokat dibantu oleh mahasiswa prodi PGSD, Psikologi, dan Arsitektur Universitas Nusa Nipa. (RA/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.