RADARNTT, Atambua – Bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, Selasa (28/10/2025), empat mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang melakukan survei lapangan sebagai persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan digelar pada 15–30 November 2025 mendatang.
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.00 WITA ini merupakan langkah awal koordinasi dengan berbagai sekolah di wilayah Paroki Atapupu. Tim survei yang terdiri dari Herman Khaferius Seran, Joanico Beneviees Soares, Nahazon Da Costa Kire, dan Matius Rivaldo Luan Atamukin membagi wilayah kerja menjadi dua zona. Khaferius dan Joanico bertugas meninjau wilayah Silawan, Seroja, Fatukmetan dan Pusat Paroki, sementara Nahazon bersama Matius mengunjungi wilayah Ainiba dan Lakafehan.
Tujuan utama kunjungan ini adalah mengkonfirmasi jadwal pelaksanaan program pelatihan jurnalistik dan liturgi praktis yang akan menjadi fokus kegiatan KKN mereka. Program ini dirancang khusus untuk siswa-siswi tingkat SD, SMP, dan SMA yang berada di kawasan Paroki Atapupu, dengan harapan dapat memberikan keterampilan baru yang bermanfaat bagi perkembangan pendidikan dan spiritualitas generasi muda setempat.
“Kami melakukan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah untuk bertemu dengan para kepala sekolah. Respons mereka sangat positif dan antusias menyambut rencana kegiatan KKN kami,” ujar salah satu anggota tim survei.
Selama pelaksanaan survei, tim berhasil menemui secara langsung beberapa kepala sekolah untuk melakukan diskusi dan konfirmasi jadwal. Namun, mengingat kesibukan beberapa kepala sekolah lainnya, koordinasi dilakukan melalui aplikasi WhatsApp untuk memastikan semua pihak mendapat informasi yang sama dan dapat berpartisipasi dalam program ini.
Selain mengunjungi sekolah-sekolah, tim survei juga melakukan peninjauan lokasi yang akan digunakan untuk kegiatan Penelitian dan PKM Internasional, FGD (Focus Group Discussion), dan Kemah Kerja Bakti Mahasiwa (KKBM), serta venue untuk pentas seni yang akan diselenggarakan selama periode KKN berlangsung.
Yang menarik dari kegiatan ini adalah antusiasme luar biasa dari para kepala sekolah yang dikunjungi. Menurut keterangan yang diperoleh, ini merupakan pengalaman pertama bagi sekolah-sekolah di wilayah Paroki Atapupu menerima kunjungan dan program dari para frater yang sekaligus berstatus sebagai mahasiswa Ilmu Filsafat. Kehadiran mereka dianggap sebagai angin segar yang membawa perspektif baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam bidang jurnalistik dan liturgi.
“Ini pertama kalinya kami mendapat kunjungan dari para frater yang juga mahasiswa Filsafat. Kami sangat senang dan berharap program ini dapat memberikan dampak positif bagi siswa-siswi kami,” ungkap salah seorang kepala sekolah yang dikunjungi.
Program pelatihan jurnalistik yang akan dilaksanakan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis, meliput, dan menyampaikan informasi dengan baik. Sementara itu, pelatihan liturgi praktis dirancang untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan siswa dalam pelayanan liturgi gereja, yang sangat relevan dengan kehidupan umat Katolik di wilayah tersebut.
Kegiatan survei lapangan yang berlangsung seharian penuh ini ditutup dengan pertemuan singkat bersama Pastor Paroki Atapupu, Romo Goris Dudi. Dalam pertemuan tersebut, tim mahasiswa menyampaikan laporan hasil survei dan rencana program yang akan dilaksanakan selama KKN, PPKM dan KKBM.
Romo Goris Dudi memberikan dukungan penuh dan arahan pastoral terkait pelaksanaan program yang akan dilaksakan di wilayah Paroki Atapupu. Sebagai bentuk keakraban dan kekeluargaan, pertemuan dilanjutkan dengan makan siang bersama di Paroki. Momen ini tidak hanya menjadi waktu untuk beristirahat setelah kegiatan survei yang padat, tetapi juga kesempatan untuk mempererat relasi antara mahasiswa dengan pastor paroki serta membangun komunikasi yang lebih hangat sebagai bekal pelaksanaan KKN mendatang.
Dengan persiapan yang matang melalui survei lapangan ini, keempat mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira optimis bahwa program KKN, PPKM dan KKBM akan berjalan lancar dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah Paroki Atapupu. Pelaksanaan KKN , PPKM dan KKBM yang dijadwalkan berlangsung selama dua minggu pada pertengahan hingga akhir November 2025 ini diharapkan dapat menjadi momentum berharga dalam membangun jembatan antara dunia akademis dan masyarakat lokal. (TIM/RN)







