Teologi Minjung dan Perlawanan Terhadap Kemiskinan Desa

oleh -79 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Silverius Bria

Kemiskinan menjadi satu permasalahan yang besar yang dialami setiap negara, kemiskinan menjadi satu tugas berat yang diupayakan pemerintah untuk mengurangi tingkat kemiskinan untuk mencapai satu taraf hidup yang baik. Hal yang paling utama yang diungkapkan adalah mengapa kemiskinan ini masih terus berlangsung dan di mana titik temu yang harus diambil untuk menentukan satu kesejahteraan bersama.

Dengan begitu kita perlu memahami faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kemiskinan, patut kita diketahui bahwa kemiskinan di setiap daerah berbeda-beda baik itu dari segi ekonomi, tingkat pendidikan, lapangan kerja, profesi masyarakat sekitar serta kondisi alam yang kurang mendukung perkembangan di suatu daerah tersebut.

Dalam situasi seperti ini banyak kali ditemukan di daerah pedesaan yang di mana masyarakat notabene pekerjaan mereka sebagai petani, nelayan dan peternakan. Namun dilihat dari sisi lain ada dua fenomena yang terjadi di masyarakat pedesaan antara lain yaitu terjadinya kemiskinan, yang pertama pemberdayaan masyarakat yang berpotensi untuk memajukan masyarakat namun kurangnya atau keterbatasan masyarakat akan kemampuan yang dimiliki. Kedua, kondisi alam yang tidak mendukung sehingga perlu adanya studi lapangan dengan memberi kontribusi pemahaman pendidikan yang cukup bagi masyarakat pedesaan yang taraf hidupnya masih di bawah (berada di rana tidak kecukupan untuk memenuhi kebutuhan).

Banyak dari sebagian orang yang tinggal di kota memandang rendah orang-orang yang berada di desa sebetulnya pandangan seperti ini yang kemudian melahirkan satu pukulan keras pada mereka yang berada di pedesaan, hal ini sangat serius karena akan terbawa dan berpengaruh pada konsep pemahaman mereka yang berada di desa bahwa mereka ini sudah ditakdirkan untuk terus menderita dan tidak ada perubahan yang datang untuk membantu membangun mereka untuk keluar dari masalah kemiskinan yang melanda ini.

Dalam hal ini menjadi satu perilaku ketertindasan secara halus antara kaum yang mempunyai modal dan kaum yang tidak mempunyai modal, masyarakat desa memandang diri mereka sebagai orang-orang yang diadakan untuk mengadakan dalam artian bahwa masyarakat desa menjadi penyumbang bahan mentah lalu di berikan pada mereka yang mampu mengelola menjadi sesuatu yang mempunya nilai jual tinggi.

Misalnya, masyarakat desa menjual ubi atau pisang pada mereka yang di kota dengan harga yang pas-pasan lalu mereka yang di kota mengelolanya menjadi keripik pisang dan menjual dengan keuntungan yang besar dan dijual kembali pada mereka yang berada di pedesaan. Konsep inilah yang menjadi satu nilai tolak ukur bahwa masyarakat desa mengalami keresahan identitas mereka sebagai manusia yang tidak mampu mendobrak atau tidak mampu menciptakan hal yang lebih menguntungkan.

Ada banyak hal yang memang perlu dilakukan untuk keluar dari situasi ini dengan memahami berbagai faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat desa dianggap terpinggir. Hal semacam ini dikarenakan rendahnya pendidikan, kurangnya ketersediaan lapangan kerja, kurangnya modal dan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi dari semua faktor ini yang menjadi latar belakang permasalahan adalah kurangnya pengawasan pemerintahan terhadap orang-orang kecil. Dengan begitu mereka yang dipercayakan untuk memimpin satu daerah menjadi kediktatoran pemerintahan mereka yang membangun ekonomi masyarakat namun belum jeli untuk memerhatikan masyarakat pedesaan yang terpelosok, mungkin bisa memberi asupan yang membuat masyarakat desa bangkit dari keterpinggiran menjadi lebih maju dan lebih baik.

Masyarakat perlu menganut konsep teologi Minjung, konsep teologi minjung adalah melawan mereka yang kurang adil dalam memperoleh kesejahteraan umum yang dimana pemerintah lebih memfokuskan diri pada wilayah yang mempunya potensi dan melupakan wilayah yang di anggap terpinggirkan. Dengan begitu masyarakat memposisikan diri sebagai orang-orang yang tidak berguna dan hanya di pakai di saat ada maunya, sebetulnya hal semacam ini menjadi satu penindasan secara tidak langsung maka dari situ masyarakat perlu menganut konsep teologi mingjung yang membuat mereka lebih bersemangat dan terus mengejar dan membangun satu kemajuan dan melahirkan konsep-konsep yang bermanfaat dan berguna bagi kebutuhan dan keberlangsungan hidup dengan memanfaatkan peluang-peluang yang ada di sekitar.

Pemerintahan menjadi satu-satu jalan untuk mengarah masyarakat desa untuk menjangkau hidup yang lebih baik, bukan hanya sekedar memberi sumbangan sosial yang kemudian membuat masyarakat malas untuk berusaha dan menjadi mental enak. Namun berikanlah satu konsep yang membuat masyarakat tergerak untuk membangun usaha yang dapat memberikan peluang yang besar, untuk membangun lebih maju lagi dan terlepas dari penindasan serta keterpinggiran dan akan berkelanjutan untuk kehidupan mereka selanjutnya.

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Filsafat UNWIRA Kupang

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.