Kepribadian Ganda Petugas Kebun Binatang

oleh -1618 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Hafis Azhari

Kasus yang sedang viral mengenai kekerasan oleh oknum petugas kebun binatang Taman Safari, sangat identik dengan kepribadian kompleks seorang tokoh utama dalam film “Split” (2017) yang disutradarai langsung oleh penulis naskahnya, M. Night Shyamalan. Film ini menampilkan sosok Kevin Wendell Crumb (James McAvoy) yang didiagnosis memiliki gangguan Dissociative Identity Disorder (DID) dan memiliki 23 kepribadian, namun hanya ada beberapa kepribadian yang menonjol. Di antaranya, kepribadian yang menyukai kebersihan dan kerapihan (Dennis), kepribadian anak kecil (Hedwig), bahkan ada kepribadian seorang wanita dewasa dan keibuan (Patricia).

Film ini memiliki referensi kebun binatang, sampai kemudian sosok Kevin yang menjadi kepribadian asli, kemudian menjelma sebagai perilaku binatang (The Beast). Ia pun mempraktekkan watak dan karakter sebegaimana binatang piaraan yang dikurung dan diisolasi. Masa lalunya yang pernah bertugas di kebun binatang Philadelphia telah memunculkan kepribadian The Beast sebagai gabungan dari berbagai perilaku hewan yang pernah dilihat dan diamatinya. Hal ini menunjukkan pengaruh kental yang akhirnya membentuk watak dan karakteristik Kevin yang paling dominan.

Watak yang dominan itu membuatnya berambisi menculik tiga gadis remaja yang disekap dan dikucilkan di ruang bawah tanah kebun binatang. Ia menganggap dirinya serupa makhluk yang menyamai binatang buas. Ini terlihat dari kemampuan super yang dimilikinya, seperti berlari di dinding, berlari cepat, seolah mampu menembus ruang dan waktu.

Ketika didiagnosis oleh psikiater wanita, dr. Fletcher, Kevin mengakui dirinya sering mengalami penyiksaan oleh ibunya di masa kecil. Berkat bantuan terapi itulah, 23 kepribadian sempat mengalami keseimbangan. Namun kemudian, ia menggabungkan tiga kepribadian lalu membentuknya menjadi tim kecil yang dinamakannya “The Horde”.

The Horde itulah yang melancarkan aksi pencurian terhadap tiga gadis remaja seusai acara pesta ulang tahun di rumah temannya, yaitu Claire (Jessica Sula), Marcia (Haley Lu Richardson) dan Cassie (Anya Taylor-Joy). Gadis ketiga ini Ditempatkan dalam sebuah ruang tertutup mirip sebuah basement , meski kemudian diketahui bahwa tempat itu adalah ruang bawah tanah di kebun binatang Philadelphia yang sudah ditutup.

Akhirnya, mereka menyadari bahwa Kevin memiliki kepribadian ganda karena karakternya sering berubah-ubah. Kadang-kadang ia terlihat galak dan bengis, namun di saat lain tiba-tiba merasa pilu dan menangis sesenggukan. Sifat keibuan dalam dirinya begitu menonjol, terutama ketika memenuhi segala kebutuhan pangan bagi ketiga korban kehamilannya.

Kabur dari Kebun Binatang

Gadis ketiga yang disekap itu melakukan berbagai cara agar bisa kabur dari ruang bawah tanah. Sementara itu, Fletcher menerima banyak email dari Kevin. Saat itu, Fletcher semakin mengendus adanya kejanggalan, terutama setelah menerima berbagai email anonim yang sebenarnya adalah pribadi-pribadi dalam satu tokoh utama, yakni Kevin.

Ia segera menemui pasiennya dan menemukan adanya tempat penyekapan di sekitar kebun binatang. Gadis pertama yang ditemukannya adalah Marcia yang sudah lemas di dalam ruang tertutup. Seketika ia terkejut, ketika melihat sosok Kevin tiba-tiba muncul di belakangnya, hingga langsung mengisolasi sang psikiater.

Fletcher memerintahkan Kevin agar melepaskan orang-orang yang disekapnya, namun Kevin malah menolak dan membiusnya. Gadis ketiga itu berkejaran dengan waktu agar segera kabur dari ruang bawah tanah. Namun, The Beast dengan lihai mengendus rencana mereka, hingga berupaya untuk membunuh satu orang.

Gadis yang terselamatkan

Dalam cerita akhir, Kevin semakin meningkatkan karakter The Horde yang merupakan gabungan dari tiga kepribadian. Ia memiliki kemampuan supranatural yang mampu menghidupkan sifat dan kebinatangan dalam dirinya. Sifat The Beast semakin dominan, ketika ia merencanakan gadis ketiga itu menjadi tumbal untuk melancarkan agenda terselubung sebagai seorang kanibal. Lalu, mampukah The Horde menghidupkan karakter The Beast dalam diri Kevin? Mengapa hanya Cassie yang akhirnya selamat dari mangsa The Beast?

Casey menemukan segepok kunci di dalam ruangan tersendiri. The Beast berhasil menangkap dan melukai kaki Casey, tetapi ia terus berjuang agar dapat melarikan diri, hingga akhirnya menemukan jalan alternatif. Beberapa kali Casey sempat menembak ke arah The Beast, tetapi tubuhnya ternyata kebal dari peluru.

The Beast terus menyerang Casey hingga terluka, tetapi akhirnya ia menjadi kaku dan menyerah di hadapan Casey, seolah-olah mengakui dirinya kesulitan menumbalkan seseorang yang memiliki hati yang bersih, “Kamu berbeda dari yang lain. Kamu adalah gadis yang memiliki hati yang murni,” kata The Beast sambil ngeloyor pergi.

Film ini menarik, setidaknya mengingatkan kita akan kasus-kasus yang sedang viral akhir-akhir ini mengenai perilaku kasar dan anarkis yang dilakukan para oknum yang bertugas di kebun binatang Taman Safari, Cisarua, Bogor.

Pada prinsipnya, sifat kebinatangan sering kali mendominasi kepribadian manusia, sebagaimana Alkitab menyarankan agar berhati-hati dengan sifat dan perilaku negatif pada diri manusia. Sebab, jika tanpa dikendalikan oleh kekuatan iman dan takwa, manusia akan mudah terjerumus dalam kesyirikan, hingga tega melakukan perbuatan keji melebihi binatang-binatang buas. (*)

Penulis adalah Peneliti sejarah memori Indonesia, juga penulis novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.