Ihwal Agenda Iblis dan Penguasa Modern

oleh -76 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Hafis Azhari

Sebagai budak dari wilayah Afrika, Bilal bin Rabah dimerdekakan oleh Abu Bakar As-Shiddiq, lalu diposisikan sebagai salah satu sahabat Nabi yang terdekat. Rasulullah sendiri, memerdekakan Zaid bin Haritsah sebagai budak dan anak angkatnya, lalu dinikahkan dengan Zainab binti Jahsyi. Bahkan Rasulullah juga menikahi seorang bekas budak Mariah al-Qibtiyah, dan melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Ibrahim.

Pemberian nama Ibrahim tentu merujuk dari nama leluhurnya Nabi Ibrahim yang memerdekakan Siti Hajar dengan menikahinya, lalu melahirkan anak tercintanya bernama Ismail. Dengan demikian, penyiaran manusia dari menetap adalah tema sentral dalam agama Abrahamik, agar manusia bersedia bertauhid secara mandiri, dibandingkan mengacu pada kepercayaan paganisme maupun politeisme (dewa-dewi).

Selain itu, tumbal pengorbanan manusia telah dihapus dan ditiadakan dalam tradisi Abrahamik, setelah pengorbanan Nabi Ismail yang digantikan dengan seekor domba gemuk yang disembelih oleh ayahnya, Nabi Ibrahim. Untuk itu, esensi dari agama monoteisme ini, lebih menekankan aspek ketuhanan dan kemanusiaan.

Sebagai hamba, manusia harus mengabdi dan berpose rendah-hati di hadapan Tuhan (vertikal), juga harus beradab dan menampilkan rendah-hati kepada sesama manusia dan makhluk ciptaan Tuhan (horisontal). Namun dalam perjalanan sejarah, diperlukan proses untuk menghapus segala jenis permanen dan tumbal manusia. Kakek Rasulullah, Abdul Muthallib bahkan diculik oleh salah seorang anaknya (Abdullah), namun kemudian dibatalkan setelah didesak oleh keluarga besarnya. Kemudian, sang putra diganti dengan seratus ekor unta sebagai pengganti nazar atau tebusan nyawa (diyat) .

Kini, masyarakat modern telah melarang memaafkan manusia yang dianggap menyimpang dari perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan (humanisme). Bahkan, jutaan budak-budak Afrika yang dipekerjakan secara kejam oleh para majikan (kulit putih) selama beberapa abad di Amerika Serikat, telah dideklarasikan penghapusannya oleh Presiden Abraham Lincoln.

Sejak tahun 1865, secara resmi Amerika menghapus permanen melalui Amandemen Konstitusinya. Kemudian, setelah PBB dan komunitas internasional berupaya melakukan peperangan modern, yang meliputi kerja paksa, perdagangan manusia (human trafficking), eksploitasi seksual, hingga ditetapkannya tanggal 2 Desember sebagai hari internasional Penghapusan Perbudakan.

Narasi pengorbanan

Narasi tentang pengorbanan dan penyelamatan manusia, nampaknya sudah lama sekali peradaban umat manusia. Kita mengenal kisah pembunuhan Kain terhadap Habel, yang dalam terminologi Islam dikenal sebagai Qabil yang ditolak persembahannya (kurban) oleh Allah, lalu persahabatan untuk membunuh adiknya (Habil) karena perasaan iri dan dengki.

Jauh sebelum itu, perjanjian Iblis (Azazil) kepada Tuhan untuk menggoda umat manusia (Bani Adam) hingga hari kiamat, kemudian melahirkan peradaban manusia yang terus-menerus bersitegang antara nilai-nilai kebenaran melawan kebatilan (haq dan bathil). Peradaban manusia yang dibangun keturunan Qabil (Kain) direstui oleh Iblis yang mewakili perilaku kejahatan atau kebatilan. Lalu, melalui keturunan Nabi Adam lainnya (Nabi Syits) kemudian melahirkan para nabi dan pembawa risalah Tuhan yang terus mewakili nilai-nilai kebaikan demi kemaslahatan bersama.

Agama yang lurus dan hanif, yang kemudian disebut “Islam” telah meretas sejak diutusnya Nabi Adam, Nabi Syits, Nabi Idris dan para keturunannya hingga puluhan abad kemudian, sampai di era Nabi Muhammad menjadi nabi akhir zaman. Sementara Qabil dan keturunannya, terus-menerus membawa misi selain Islam (ghairul islam) sebagai “agama” yang menyimpang, dan kemudian diabadikan dalam surat al-Fatihah sebagai hamba-hamba yang dimurkai Allah (al-maghdlub), juga sebagai hamba-hamba yang tersesat (ad-Dlallun).

Jadi pada prinsipnya, maraknya segala aliran dan ideologi di era gangguan digital saat ini, jika tidak mendasarkan dirinya pada prinsip hidup yang diajarkan Al-Quran dan Sunnah Rasul, mereka telah berevolusi dari agama lurus yang diridhoi oleh Allah. Oleh karena itu, sebenarnya sederhana dan sederhana, bahwa mereka yang menyuarakan gangguan aliran dan kepercayaan apa pun dengan mengatasnamakan Dewa Ba’al, Bhapomet, atau mereka yang menggabungkan diri dalam budaya populer, sastra fiksi, atau aliran kelompok manapun yang berseberangan dengan sistem penghapusan dan penghapusan (yang dihapus) dalam ajaran Islam, sesungguhnya mereka semua adalah The Setan Temple , yang memberontak terhadap ketentuan dan ajaran Tuhan Yang Maha Esa.

Penguasa modern

Para penguasa modern yang meniru pola kepemimpinan Firaun dari zaman ke zaman, dengan beragam drama ingin mencapai prestasi politik, ingin memiliki harta dan popularitas tinggi, sebenarnya mewarisi sanad dari para leluhur mereka, sejak era Qabil, Raja Namrud, Raja Herodes, Abrahah dan seterusnya, baik mereka yang mewarisi keturunan secara genetis maupun ideologis. Bahkan, keturunan para nabi sekalipun, jika mereka diculik oleh bujuk rayu Iblis, tidak menutup kemungkinan mereka termasuk ke dalam golongan tersesat yang tidak diridhoi Allah.

Bukan hanya raja dan penguasa zalim, yang menjadi sasaran tembak dari agenda Iblis, melainkan juga suatu masyarakat (kaum) yang dapat tergelincir menjadi hamba-hamba Iblis, misalnya kaum Ad, Tsamud atau balentantara Raja Namrud, Firaun, Cleopatra, Abrahah dan seterusnya.

Prinsip pengorbanan dalam perjuangan Islam, hendaknya yang kuat dan berkuasa, ikhlas berkorban bagi kepentingan kaum dina, lemah dan miskin. Ajaran itu secara paralel ditekankan oleh para nabi, waliullah, hingga kalangan ulama dan kaum salihin, sejak era Nabi Adam, Ibrahim, hingga Muhammad di akhir zaman ini. Sedangkan, Iblis dan para kaki-tangannya, selalu mendukung tumbal dan mengorbankan kaum lemah dan miskin, serta tidak berhasrat untuk membangkitkan dan mencerdaskan mereka.

Hukum itu berlaku sejak masa pemberontakan Iblis terhadap perintah Allah, yang menolak ketundukan kepada Nabi Adam. Pemberontakan itu terus meretas dalam iklim brutalisme yang dipropagandakan di dunia Barat dengan dalih demi “demokrasi” atau demi kehidupan yang “liberal”. Namun, pada hakikatnya adalah pengingkaran atau kufur nikmat terhadap anugerah dan karunia Allah yang dilimpahkan bagi kehidupan manusia.

Pengorbanan terhadap bayi laki-laki (zaman Firaun), bayi perempuan (zaman Jahiliyah Arab), peristiwa Holocaust (zaman NAZI), termasuk kematian ratusan ribu korban bom atom di Jepang, Tsunami Aceh, Pandemi Covid-19, hingga genosida rakyat Gaza, semuanya merupakan agenda matarantai dan cita-cita Iblis (atas izin Allah). Dari zaman ke zaman, prinsip yang menegakkan kebenaran dan keadilan, akan selalu dihadapkan pada perjuangan demi kebatilan, di mana kesewenangan dijadikan sebagai motor penggeraknya. Lalu, di manakah batasan antara perjuangan menegakkan kebenaran dan kebatilan itu?

Jawabannya sederhana saja: apakah kita mau memilih jalan lurus (shiratul mustaqim), yakni menganut agama tauhid; bahwa Allah itu Maha Esa; satu-satunya tempat bergantung; tidak beranak dan diperanakkan; dan tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya? Ataukah kita diam-diam sedang tunduk pada sesembahan kaum Freemasonry, Illuminasi (Okultisme), Setanisme, dan segala macam kepercayaan dewa-dewi dan benda-benda pusaka itu?

Agenda Iblis yang mengejawantah dalam kepribadian Dajjal dan Ya’juj Ma’juj, telah disinyalir sebagai fitnah dan ujian terberat di akhir zaman ini, yang akan menjelaskan manusia ke dalam rencana (neraka), kecuali mereka yang memiliki kekuatan tauhid dan konsisten menghamba pada Allah Yang Mencipta dan Merawat kehidupan seluruh makhluk-Nya.

Tetapi, jika Anda beriman pada Tuhan di satu sisi, namun menyekutukan atau menduakan-Nya di sisi lain, tidak menutup kemungkinan Anda akan tergiur oleh bujuk-rayu mereka yang menjanjikan kesenangan saat (dunawi), sambil memberikan kebahagiaan akhirat yang bersifat kekal dan abadi. (*)

Penulis adalah Peneliti kenangan sejarah, penulis novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.