Peduli Lingkungan Pemuda Katolik Audiensi Bersama Kepala BPDAS Benain dan Noelmina

oleh -1186 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Merespons ajakan Paus Fransiskus dan dorongan Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakenoni untuk melihat alam sebagai rumah bersama, bumi dan seluruh makhluk sebagai saudara.

Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan audiensi bersama Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain – Noelmina, Kludolfus Tuames, pada Kamis, 19 Desember 2024.

Audiensi berlangsung penuh keakraban di Kantor BPDAS Benain – Noelmina di Kelapa Lima Kota Kupang sebagai bagian dari agenda besar Pemuda Katolik dalam penjajakan kerja sama BPDAS untuk bersinergi mengatasi masalah perubahan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuvensius Tukung dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pemuda katolik akan berfokus pada isu-isu lingkungan terutama terkait perubahan iklim.

Hal ini merupakan bagian dari respons pemuda katolik atas ajakan Bapak Suci Paus Fransiskus melalui Ensiklik Laudato Si dan pesan Bapak Uskup Agung Kupang YM Mgr. Hironimus Pakenoni.

“Bapak Uskup mendorong kita agar memberikan perhatian serius pada persoalan lingkungan hidup dan hal ini selaras dengan seruan Bapak Suci yang intinya adalah mengajak kita semua termasuk orang muda Katolik untuk memiliki kesadaran bahwa alam semesta adalah rumah kita bersama, bagaikan ibu pertiwi yang mengasuh dan menopang kehidupan kita,” ujar Yuven.

Dimana saat ini, lanjutnya, bumi pertiwi kita sedang terluka sebagai dampak dari ulah manusia itu sendiri. Kita akan melakukan gerakan merawat bumi dengan berbagai upaya yang kemudian akan diejawantahkan dalam program kerja tahunan pemuda katolik ke depannya.

Semangat ini juga digelorakan dalam rangka memaknai momentum ulang tahun Provinsi NTT yang ke 66 sekaligus menandai kegiatan pelantikan Pengurus Pemuda Katolik Komda NTT pada 28 Desember 2024.

Dalam waktu dekat akan ada aksi penanaman 1000 pohon di Desa Tun Baun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang yang rencananya akan dilakukan secara simbolis oleh Kepala BPDAS Benain – Noelmina, Uskup Agung Kupang, Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma dan pihak pemerintah terkait.

Yuvensius Tukung mengatakan, agenda ini menandai dimulainya perhatian Pemuda Katolik pada lingkungan yang kemudian akan dilakukan di seluruh Komisariat Cabang tingkat kabupaten dan Kota.

“Prinsipnya kami siap mendukung penuh langkah BPDAS NTT dan bersinergi penuh untuk ke depannya. Kami sangat mengapresiasi Kepala BPDAS BENAIN bapak. Kludolfus Tuames, SP yang merespons baik rencana dari Pemuda Katolik. Beliau sangat merespons dan membuka ruang bagi kami dari Pemuda Katolik. BPDAS Mefasilitasi kami 1000 anakan Pohon dan bahkan kami berharap beliau berkesempatan untuk menjadi salah satu Narasumber saat RAKERDA nantinya. Kami melihat ini lebih dari sekedar aksi penanaman pohon,” tandasnya.

Menurut Yuvensius Tukung, menanam pohon memang menjadi penting, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah membangun cara berpikir dan kesadaran masyarakat. Ini sangat penting dan urgen.

Adanya apatisme atau ketidakpedulian terhadap lingkungan bahkan maraknya tindakan merusak lingkungan alam adalah bagian dari lemahnya kesadaran yang bisa saja akibat dari minimnya pengetahuan kita tentang peran alam dan hubungannya dengan kehidupan kita sebagai manusia .

“Pemuda Katolik tentu menyadari hal ini dan kami mencoba memulainya dengan membangun pemahaman yang sama sehingga nantinya memiliki landasan yang kuat dalam bergerak dan beraksi,” ujar Yuven.

Kepala BPDAS Benain-Noelmina, Kludolfus Tuames menyambut baik kedatangan Pemuda Katolik Komda NTT dan mengapresiasi niat baik dan inisiatif untuk terlibat dalam aksi menjaga alam dan air.

Kludolfus mengatakan, yurisdiksi Kementerian Kehutanan adalah pengelolaan bentang lahan dan kawasan hutan yang melibatkan berbagai pihak. Oleh karena itu, pengelolaan DAS harus dilakukan dengan kerja kolaboratif. Kuncinya pada koordinasi, sinergitas dan sinkronisasi program, kegiatan, anggaran dan peran para pihak.

“Keterlibatan aktif dari seluruh pihak termasuk di dalamnya pemuda katolik tentu merupakan suatu keniscayaan, karena selain menjalankan nilai dan ajaran katolik, semua manusia memiliki kewajiban yang sama untuk urusan pemulihan lingkungan. Kami berterima kasih dan tentu turut mendukung aktivitas yang ada kaitannya dengan pengelolaan DAS. Saling bersinergi untuk sama-sama menyatukan potensi dan kekuatan bangsa. Karena pemuda katolik merupakan salah satu potensi dan kekuatan bangsa yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dalam upaya-upaya memperbaiki lingkungan hidup yang tercakup dalam tiga aspek yaitu aspek ekologi, ekonomi dan sosial,” kata Kludolfus.

Kludolfus Tuames juga berpesan agar semua masyarakat termasuk Pemuda Katolik harus membangun rasa cinta dan kepedulian dalam menjaga alam dan lingkungan.

“Barang siapa mencintai dan menjaga alam maka alam akan memberikan kesejukan, kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik. Namun, jika ada tindakan merusak alam maka akan menimbulkan bencana yang merugikan manusia,” ungkap Kludolfus. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.