RADARNTT, Soe – 38 siswa SMKN Tunua mengikuti sosialisasi bahaya merokok dari Tenaga Kesehatan Puskesmas Kapan, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 24 November 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya merokok dan cara pencegahannya.
Nakes Puskesmas Kapan, Ivan Pinat mengatakan bahwa pihaknya melakukan sosialisasi ini satu tahun sekali untuk mengedukasi siswa tentang risiko kesehatan yang terkait dengan merokok.
“Kami ingin membantu siswa memahami bahaya merokok dan bagaimana cara mencegahnya,” ujar Ivan.
Sosialisasi ini diharapkan dapat membantu siswa membuat keputusan yang lebih sehat dan menghindari kebiasaan merokok. Puskesmas Kapan juga menyediakan program layanan berhenti merokok bagi mereka yang ingin berhenti merokok.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Puskesmas Kapan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama di kalangan remaja. Dengan edukasi dan kesadaran yang lebih tinggi, diharapkan dapat mengurangi jumlah perokok di kalangan remaja dan meningkatkan kualitas hidup mereka, harapnya.
Ariansel, salah satu siswa, mengaku senang mengikuti kegitan sosialisasi bahaya merokok oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Kapan.
“Karena selama ini sudah tiga kali merokok namun melalui sosialisasi ini akan berhenti merokok untuk menjaga kesehatan,” ungkapnya.
Berbagai dampak merokok bagi remaja yang perlu diwaspadai. Dilansir alodokter, berikut ini adalah penjelasan mengenai dampak merokok bagi remaja yang perlu diketahui:
1. Menurunkan prestasi belajar
Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa rokok mengandung zat berbahaya, termasuk nikotin, yang memicu ketergantungan. Efek candu yang diberikan dapat menghilangkan fokus dalam belajar sehingga prestasi akademik rentan menurun.
Selain itu, kebiasaan merokok yang dipengaruhi oleh lingkungan teman-teman juga dapat memicu remaja bolos atau tidak hadir di sekolah. Dengan begitu, kinerja belajar, absensi di sekolah, dan prestasinya dapat terganggu.
2. Mengganggu kekuatan otot dan tulang
Kebiasaan merokok pada remaja dapat mengganggu kekuatan fungsi otot dan tulang. Hal ini karena nikotin yang terkandung di dalam rokok dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, sehingga aliran darah dan oksigen ke otot dan tulang jadi terganggu.
Hal ini bisa menurunkan kepadatan tulang dan membuat remaja bisa mengalami kelelahan otot dan nyeri otot saat berolahraga. Selain itu, risiko terkena cedera, seperti patah tulang, juga akan lebih tinggi.
3. Merusak organ paru-paru
Paru-paru sehat memiliki jaringan yang elastis dan bersih sehingga pertukaran oksigen dan karbon dioksida dalam sistem pernapasan berjalan lancar. Namun, kebiasaan merokok dapat menyebabkan kerusakan organ paru-paru akibat paparan zat berbahaya di dalamnya.
Berbagai bahan kimia yang terhirup dari asap rokok, seperti nikotin dan tar, akan memicu peradangan dan merusak jaringan paru-paru, sehingga pertukaran oksigen di paru-paru jadi berkurang. Ini ditandai dengan lendir yang lebih banyak di saluran napas, sering batuk, dan napas terasa pendek-pendek atau sesak napas.
4. Mengganggu kesehatan mulut
Beberapa gangguan kesehatan pada mulut juga menjadi dampak merokok bagi remaja. Ini karena zat berbahaya yang terkandung dalam rokok dapat memicu perubahan warna gigi menjadi kuning, penumpukan plak, bau mulut tidak sedap, dan peningkatan risiko terkena penyakit gusi.
Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat menyebabkan masalah serius, seperti gigi tanggal atau penyakit gusi kronis.
5. Meningkatkan risiko terkena penyakit jantung
Kerusakan pada jantung dan pembuluh darah merupakan salah satu dampak merokok bagi remaja yang bisa mengancam nyawa. Kandungan nikotin di dalam rokok mampu merangsang sistem saraf yang dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh darah menyempit sehingga tekanan darah meningkat.
Selain itu, merokok juga dapat menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah. Kondisi tersebut lama-kelamaan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke.
6. Meningkatkan risiko terkena penyakit kanker
Dampak merokok bagi remaja yang tidak kalah mengkhawatirkan adalah meningkatkan risiko terkena penyakit kanker. Hal ini tentunya tidak terlepas dari sejumlah zat kimia berbahaya yang memicu kanker, seperti tar, nikotin, formaldehida, benzena, dan nitrosamin.
Berbagai kandungan tersebut yang menumpuk di dalam tubuh sejak merokok di masa remaja akan menyebabkan peradangan dan merusak sel-sel dalam tubuh, sehingga memicu terjadinya berbagai jenis penyakit kanker, seperti kanker paru-paru, kanker mulut, dan kanker tenggorokan. (AB/RN)







