Petrus Turang Penjaga Toleransi

oleh -1123 Dilihat
banner 468x60

“Dalam wilayah Keuskupan Agung Kupang yang saya pimpin ini tidak ada Bupati beragama Katolik, tetapi semua mendukung pertumbuhan dan perkembangan Gereja. Untuk itu, terima kasih kepada semua yang selalu setia menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama.”

Demikian bagian pernyataan Monsiyur Petrus Turang, saat kunjungan pastoral di Paroki Santu Yakobus Rasul Bukapiting Alor tahun 2016 silam yang dihadiri pula Bupati Alor Amon Djobo dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Alor Yulius Mantaon.

Pada kesempatan itu, Petrus Turang seakan berbalas pantun dengan Bupati Amon Djobo yang lebih dulu berbicara. Dalam sambutannya, Amon Djobo sempat mengutip beberapa ayat kitab suci yang kemudian ditanggapi Uskup Turang dengan menegaskan bahwa “Bupati urus masyarakat supaya sejahtera cukup makan dan minum, bisa tinggal di rumah layak dan punya penghasilan yang cukup. Kalau urusan Alkitab itu bagian saya.”

Sejak awal menjadi Uskup Keuskupan Agung Kupang tahun 1997 hingga akhir masa tugasnya pada tahun 2024, dalam tugas pastoral Petrus Turang sering bertemu para kepala daerah (bupati/walikota) yang semuanya berlatar belakang agama Kristen Protestan meskipun pernah ada wakil walikota berlatar belakang Katolik.

Namun, Monsiyur Turang merasakan toleransi benar-benar nyata mengakar kuat di wilayah pelayananannya yang mencakup Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Alor, Rote Ndao dan Sabu Raijua.

Monsiyur Turang adalah tokoh agama yang dijiwai oleh spiritualitas dan hidup dengan prinsip yang tegas. Namun lembut dalam cara, ia selalu dekat melayani orang kecil di kampung yang nun jauh pasti didatangi.

Dia adalah seorang yang tidak hanya cerdas dan berwawasan luas serta visi yang tajam jauh ke depan, tapi juga bijaksana dan sangat toleran, menembus semua sekat sehingga membuatnya dekat dengan semua kalangan.

Selain itu, dia juga dekat dengan orang kecil dan sederhana. Selalu berkunjung ke kapela-kapela dan umat yang berada di pelosok-pelosok terjauh. Membagi kasih dan membangun harapan dengan orang kecil dan sederhana.

Pertransiit Benefaciendo, “ia berkeliling sambil berbuat baik” moto tabisan episkopal Monsiyur Petrus Turang yang menyata dalam seluruh kerja pelayanannya selama 27 tahun di Keuskupan Agung Kupang hingga ajal menjemputnya Jumat, 4 April 2025.

Tuang Turang, sebentar lagi tubuhmu akan beralih ke dalam tanah, bumi yang selama ini engkau rawat dengan belaian cinta. Doa kami mengiringi langkah pasti menuju rumah Bapa surgawi, doakanlah kami umatmu yang masih berziarah di dunia fana ini. Sampai jumpa di Yerusalem baru, di rumah yang penuh kedamaian.

Tim Redaksi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.