RADARNTT, Kupang – Penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) bagi satuan pendidikan baik di tingkat sekolah dasar maupun menengah merupakan kewajiban dan kepedulian pemerintah pusat maupun daerah terhadap satuan pendidikan yang memiliki banyak rombongan belajar namun ruang kelas tidak mencukupi untuk menampung siswa.
Bantuan pemerintah pusat melalui APBN tahun 2018 terjawab banyak sekolah tingkat SMA/SMK di NTT yang mendapat bantuan penambahan ruang kelas baru maupun renovasi RKB sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pendidikan di NTT.
Anehnya, terkadang banyak sekolah yang tidak menghargai bantuan pemerintah, sehingga tidak heran pula masih ada sekolah yang membangun gedung asal jadi tanpa perencanaan yang baik dan menjaga mutu pekerjaan.
Seperti SMKN 5 Kupang yang mendapat bantuan dana APBN dan sumbangan dana pembangunan Komite Sekolah tahun 2018 untuk penambahan RKB, ternyata bangunan itu diduga kuat dibangun asal jadi, tanpa perencanaan yang matang.
Pasalnya, usia bangunan itu baru memasuki lima tahun, namun kondisi fisik bangunan sudah rusak, seperti banyak tembok yang retak bahkan bangunan tidak terlihat ada pekerjaan finising, maka tidak heran kalau kondisi bangunan terlihat masih kasar, jorok dan berlubang.
Kepala SMKN 5 Kupang Dra. Safira C. Abineno saat dijumpai media ini di ruang kerjanya, Senin, (24/6/2024) mengatakan, dirinya ditugaskan sebagai kepala di SMKN 5 Kota Kupang tahun 2019, sementara bangunan itu sudah ada.
“Saya tidak terlalu tahu soal bangunan itu, karena saya ditugaskan sebagai Kepsek disini tahun 2019 dan saya mulai aktivitas disini bangunan itu sudah ada,” ungkap Safira.
Ditanya soal kondisi fisik bangunan yang tidak memiliki pintu dan instalasi listrik terlihat tidak dikerjakan, Kepsek menjelaskan kalau pihaknya sangat membutuhkan ruang kelas, sehingga walaupun kondisi ruang kelas tersebut kelihatan tidak rapih tanpa pintu, terpaksa digunakan sebagai ruang belajar.
“Kami kekurangan ruang kelas, makanya kami manfaatkan banguan tersebut untuk masa depan anak didik,” tutur Safira.
Informasi yang dihimpun media ini, bangunan dua RKB tersebut berdiri di atas bangunan lama dan menghabiskan anggaran sebanyak Rp700 juta lebih.
Sampai berita ini diturunkan, awak media masih berupaya menelusuri dokumen dan konfirmasi dinas teknis dan pihak terkait termasuk panitia pembangunan sekolah. (Tim/RN)








