Yayasan Bambu “Goes to School” Merayakan Hari Anak Nasional di SDK Bokogo Nagekeo

oleh -108 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Mbay – Perayaan Hari Anak Nasional di SDK Bokogo, Desa Wolowea, Kabupaten Nagekeo, berlangsung dengan cara yang berbeda. Anak-anak SDK Bokogo tidak hanya mengikuti berbagai permainan, tetapi juga belajar mengenal bambu, budaya lokal, dan kebun pangan perempuan melalui kegiatan Workshop Bamboo Goes to School yang diselenggarakan oleh Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (23/7/2026) melibatkan seluruh guru, siswa, perwakilan orang tua murid, Pemerintah Desa Wolowea, serta masyarakat. Menurut Koordinator Kabupaten YBLL di Nagekeo, Ruslan, perayaan Hari Anak Nasional ini adalah kontribusi awal YBLL untuk memperbaiki kondisi infrastruktur sekolah di NTT yang melibatkan anak-anak dan sekolah.

“Kami ingin Hari Anak Nasional menjadi ruang belajar yang menyenangkan. Bambu hanyalah media. Yang terpenting adalah anak-anak memperoleh kesempatan untuk belajar, bermain, berkreasi, dan mengenal lingkungan serta budaya yang ada di sekitar mereka,” jelas Ruslan.

Salah satu kegiatan utama adalah pengamatan proses pembuatan berbagai produk bambu yang dilakukan di lingkungan SDK Bokogo. Anak-anak menyaksikan secara langsung proses pembuatan meja bambu, kursi bambu, lonceng angin, kotak pensil, gelas bambu, sendok bambu, hingga dulang.

Maria Stefani Dema, siswa kelas 6, mengaku sangat bahagia atas pengenalan bambu dan serangkaian kegiatan perayaan yang diberikan.

“Saya merasa sangat bahagia karena bisa mendapatkan ilmu tentang bambu, saya bisa melihat proses pembuatan kerajinan lonceng bambu, kursi, meja dan lain-lain. Harapan saya di perayaan ini, saya bisa mendapatkan hak untuk bermain, mendapat pendidikan, mendapatkan makanan, dan hak untuk mendapatkan identitas,” ujar Maria.

Pembuatan produk berbahan bambu tersebut dipandu langsung oleh tiga orang instruktur yang kepersertaan berasal dari perwakilan orang tua murid. Produk yang dihasilkan dari workshop ini akan menjadi sarana belajar dan digunakan oleh SDK Bokogo sebagai bagian dari media pembelajaran.

Suasana semakin meriah ketika anak-anak mengikuti berbagai permainan edukatif. Siswa TK dan kelas 1 SD mengikuti kegiatan mewarnai, sementara siswa kelas lainnya mengikuti lomba seperti memasukkan paku ke dalam botol, makan kerupuk, balap kelereng, mengumpulkan karet menggunakan sedotan, hingga memecahkan balon secara berkelompok.

Berbagai permainan tersebut dirancang untuk melatih kerja sama, ketelitian, dan sportivitas sekaligus menghadirkan kegembiraan bagi anak-anak.

Sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual, para siswa juga mengunjungi Kebun Pangan Perempuan yang dikelola Kelompok Delima Wolowea. Di kebun tersebut, anak-anak memanen sayuran hijau, mengenal berbagai tanaman pangan, serta berdialog dengan para “Mama Bambu” mengenai manfaat kebun bagi keluarga dan pentingnya mengonsumsi pangan lokal.

Selain belajar tentang lingkungan, anak-anak juga mengikuti sesi literasi budaya Wolowea, melalui mendengar cerita dan berdiskusi bersama tokoh masyarakat mengenai sejarah dan tradisi kampung, termasuk kisah empat jembatan bambu di Wolowea serta perayaan adat Zoka yang hingga kini masih dilestarikan sebagai ungkapan syukur masyarakat atas hasil panen.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, momentum perayaan Hari Anak Nasional diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada anak-anak. Selain bergembira, mereka juga dapat mengenal budaya, lingkungan, dan potensi lokal melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.