Pegiat UMKM Grace Ndoen Latih Komunitas IMAN

oleh -1425 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Komunitas masyarakat perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan mengelola usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang bermanfaat nilai ekonomis.

Meningkatkan kapasitas agar bisa berproduksi optimal dan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha. Motivasi ini mendorong pegiat UMKM Grace Ndoen memberikan pelatihan gratis kepada komunitas Ikatan Mahasiswa Asal Amanuban (IMAN) di Kota Kupang.

Pelatihan cara membuat souvenir Lilin dari minyak jelantah dan bunga hias dari kain tenun perca. Pelatihan dilaksanakan di Kelurahan Nefonaek Kecamatan Kota Lama, diikuti 30 orang mahasiswa.

Para peserta pelatihan juga merupakan mahasiswa yang akan turun PKL sehingga berguna untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat di tempat praktek.

Grace Ndoen mengatakan tujuan pelatihan untuk pengembangan diri dan pengembangan komunitas. Cara kreatif untuk pencarian dana komunitas.

“Apalagi bahan baku yang selama ini tidak dimanfaatkan yaitu lilin bekas, crayon bekas, minyak jelantah dan lain-lain bisa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi,” kata Grace Ndoen.

Dia menjelaskan, materi pertama adalah pembuatan lilin dari minyak jelantah bekas. Lilin yang dibuat adalah yang beraroma dari minyak kayu putih, minyak telon dan pewangi yang mempunyai kegunaan mengusir nyamuk dan terapi.

“Untuk cetakan lilin juga menggunakan botol selai bekas, botol obat bekas yang terbuat dari kaca. Juga bisa menggunakan cetakan silikon untuk lilin kecil yang bisa dijadikan souvenir pernikahan,” jelasnya.

Materi yang kedua, kata Grace Ndoen, memanfaatkan kain perca dari tenun ikat yang mempunyai nilai seni dan historis didaur ulang menjadi berbentuk kuntum bunga mawar yang bisa dirangkai menjadi hiasan meja, hiasan dinding, gantungan pintu dan ornamen natal atau hari raya.

Mahasiswa peserta pelatihan mengucapkan terima kasih atas pelatihan mengolah sampah dan barang bekas menjadi produk bernilai ekonomi seperti lilin dan bunga.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pelatihan yang diberikan ibu Grace untuk mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomi,” kata salah satu peserta.

Sebelumnya, Grace Ndoen juga melatih 25 orang ibu rumah tangga tentang aneka kuliner yaitu pengolahan bakso ikan, sosis ikan, dendeng ikan, keripik singkong, stik labu jepang.

Dia juga akan melatih pemuda tentang sablon dalam waktu dekat ini di Kupang dan melakukan festival untuk memamerkan produk kelompok UMKM dan diskusi bersama pemerintah dan stakeholder. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.