Mahasiswa Ilmu Ķomunikasi UNWIRA Sosialisasi Pemasaran Digital Potensi Desa Pasir Putih

oleh -1361 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Lewoleba – Dalam rangka melaksanakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widiya Mandira (UNWIRA) Kupang melakukan sosialisasi pemasaran digital melalui media sosial instagram.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja individu yang dirancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus kontribusi nyata dalam upaya pengembangan potensi desa Pasir Putih, kecamatan Nagawutung, kabupaten Lembata.

Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 1 Mei 2025 pukul 09.00 WITA bertempat di kantor Desa Pasir Putih yang dihadiri oleh beberapa kelompok masyarakat sepeti kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku usaha kuliner, UMKM, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok Difabel, operator desa dan para muda mudi.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dan pemaparan materi dari Paulus Kenet yang mengangkat topik mengenai potensi-potensi alam dan wisata yang dimiliki oleh Desa Pasir Putih. Dalam paparannya, Paulus menyampaikan banyak potensi yang ada di Desa Pasir Putih, dari segi pesona pantai, budaya lokal, maupun hasil-hasil sumber daya alamnya.

“Kita punya banyak potensi desa hanya saja belum ada pengelolaan yang baik serta strategi marketing yang tepat agar bisa dikenal secara luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Setelah sesi materi dari narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan Pemasaran Digital melalui media sosial yang dibawakan langsung oleh Alina mahasiswa program studi ilmu komunikasi.

Dalam pelatihan itu, Alina menjelaskan pentingnya penggunaan media sosial dalam promosi desa. Media sosial sebagai alat promosi moderen, khususnya instagram yang saat ini menjadi platform populer dan efektif dalam menampilkan visual menarik dari destinasi wisata, produk lokal, maupun kegiatan masyarakat desa dengan jangkauan audiens yang lebih luas.

“Perkembangan teknologi sekarang sebenarnya sangat mempermudah kita dalam melakukan pemasaran digital. Jika sebelumnya kita melakukan pemasaran hanya melalui mulut ke mulut belum tentu orang-orang di luar sana mengenal produk atau jasa yang kita tawarkan. Dengan memanfaatkan media sosial kita akan lebih muda menjangkau konsumen karena media sosial yang jangkauannya lebih luas,” ungkap Alina di hadapan masyarakat.

Ia juga menambahkan bahwa instagram kini bisa dihubungkan langsung dengan platform lain seperti facebook, sehingga penyebaran informasi dan promosi dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

Dalam sesi diskusi, Eti selaku Ketua Pokdarwis menyampaikan bahwa meskipun destinasi wisata di Desa Pasir Putih sudah mulai dikenal, bahkan sempat viral di beberapa media. Namun, masih ada beberapa tantangan salah satunya keterbatasan fasilitas di area wisata serta kurang pemahaman bagaimana cara mengemas konten yang baik dan menarik perhatian pengunjung.

“Wisata kita sudah dikenal, tapi banyak kendala. Fasilitas masih terbatas, dan kami belum terlalu tahu cara buat konten yang menarik di Instagram. Kadang kami sudah posting, tapi tidak tahu caption yang tepat atau waktu unggah yang efektif, kurang literasi juga menjadi kendalanya,” ujar Eti.

Kegiatan ini menjadi ruang sharing bersama warga, khususnya generasi muda untuk memahami strategi pemasaran digital yang sederhana namun berdampak besar.

Alina juga memberikan simulasi langsung bagaimana langkah-langkah melakukan promosi di Instagram, dengan membuat akun instagram, posting konten menarik, gunakan hastag dan lokasi serta selalu berinteraksi dengan audiens.

Kegiatan berlangsung sampai siang hari ditutup dengan sesi foto bersama seluruh masyarakat yang hadir sebagai bentuk dokumentasi dan simbol kebersamaan. Momen ini juga menandai komitmen bersama antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat untuk terus mengembangkan Desa Pasir Putih melalui pemanfaatan teknologi digital yang tepat. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.