Cegah Stanting, Desa Compang Mekar Gelar Pelatihan Olah Pangan Lokal

oleh -2432 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Borong – Pangan lokal di Indonesia memiliki varian yang beragam dan jumlah yang melimpah, melebihi kebutuhan masyarakat seyogyanya. Namun, sangan disayangkan banyak bahan makanan tidak termanfaatkan dengan baik karena gagal dalam pengolahan dan sulit disesuaikan dengan cita rasa anak-anak.

Kini pangan lokal menjadi incaran makanan alternatif untuk mencegah terjadinya stanting, Indonesia dan daerah, tidak heran kalau gerakan mencegah stanting lewat pemberian makanan alternatif pada anak anak, hal ini disampaikan oleh Ketua TP PKK Kecamatan Lamba Leda Maria Delfin saat membuka kegiatan pelatihan pengolahan pangan lokal menjadi makanan alternatif untuk mencegah stanting di daerah itu.

Maria Delfin, mengatakan gangguan tumbuh kembang pada balita atau stunting terjadi akibat anak tidak mendapatkan asupan gizi yang memadai pada hari pertama kehidupan, semenjak anak masih dalam kandungan hingga berusia 2 tahun. Stunting akan mengganggu pertumbuhan dan memiliki dampak fungsional berkepanjangan yang merugikan anak.

Stunting juga bisa disebabkan karena masalah selama kehamilan, persalinan, penyusuan, atau setelahnya, seperti pemberian makanan pendamping ASI yang tidak mengandung gizi,” jelasnya.

Selain itu, kata Maria Delfin, pola asuh yang kurang baik dan kondisi lingkungan yang buruk juga dapat memicu infeksi yang erat kaitannya dengan terjadinya stunting.

Maria Delfin menjelaskan beberapa pangan lokal non beras yang bisa jadikan makanan bergizi tinggi untuk anak-anak, seperti kacang kacangan, umbi-umbian dan buah pohon lainya.

“Kepada semua pihak agar bisa menjaga keshatan anak terutama penyakit Menular, seperti HIV/AIDS yang sekarang peningkatanya sangat merajalela di setiap wilayah,” harapnya.

Pada tempat yang sama, Kepala Desa Compang Mekar, Blasius Kasbun menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setingginya kepada semua pihak yang terlibat dan peduli terhadap warga desa Compang Mekar terutama tim penggerak PKK tingkat kecamatan Lamba Leda yang hari memberi pelatihan terhadap warga desa Compang Mekar.

“Terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak terutama TP PKK Kecamatan Lamba Leda yang melaksanakan pelatihan pengolahan pangan lokal bagi warga desa Compang Mekar,” ujar Kasbun.

Kasbun berharap kepada peserta agar bisa mengikuti dengan baik dan cermat agar setelah latihan ini, makanan non beras bisa menjadi makanan kesukaan anak anak bila diolah menjadi makanan bergizi tinggi.

Demi mencegah peningkatan angka stunting di desa Compang Mekar, tak tanggung tanggung, kegiatan itu tidak sekedar memaparkan materi tetapi praktek langsung jadi momen yang jarang dilakukan oleh desa lain seantero Manggarai Timur.

Adapun praktek pengelolaan makanan lokal yaitu, kacang hijau, ubi keladi, santan kelapa, jahe, gula merah, garam. Bahan ini untuk pembuatan kolak.

Kegiatan yang didampingi langsung Camat Lamba Leda, Longginus Rohos, bersama Ketua TP PKK Kecamatan Lamba Leda, Maria Derfin serta petugas kesehatan dan Ahli gizi Puskesmas Wae Nenda Elfrida Dorni Idis.

Untuk diketahui, kegiatan pelatihan pengelolaan pangan lokal non beras itu dilaksanakan di Kantor Desa Compang Mekar kecamatan Lamba Leda, kabupaten Manggarai Timur Provinsi NTT, Senin, (23/12/2024) yang berlangsung sehari.

Diketahui angka stunting di Kabupaten Manggarai Timur terus mengalami penurunan. Di tahun 2023 angka stunting 9,6 persen kini turun satu angka pada Februari 2024 menjadi 8,06 persen. (AG/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.