RADARNTT, Maumere – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan sosialisasi asesmen risiko kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sikka dalam mengelola program Makan Bergizi Gratis.
Kegiatan berlangsung di Aula Seminari Bunda Segala Bangsa, Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (13/12/2025) melibatkan 74 peserta yang terdiri dari kepala dan staf SPPG, dengan pemateri langsung dari setiap kepala SPPG yang ada di Kabupaten Sikka.
Kepala SPPG Kecamatan Nita, Elfika Simplisia mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari Kepala SPPG tingkat nasional yang kemudian akan diberikan kepada calon kepala dan staf terdiri dari akuntan dan ahli gizi.
“Jadi kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan, asalnya itu kami sudah ikut dari pusat kemudian akan diberikan kepada mereka dari calon kepala dan staf yang terdiri dari akuntan dan ahli gizi dari setiap dapur yang ada di Kabupaten Sikka,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Wairhubing-Bolawolon, Mario Emanuel Kaza, mengatakan kegiatan hari ini cukup membuat peserta antusias karena merupakan kegiatan yang baik.
“Kalau kegiatan hari ini melihat antusias dari teman-teman ahli gizi, akuntan, ke SPPG, SPY, bagaimana mereka sangat antusias mengikuti kegiatan. Kegiatan yang disediakan oleh BGN ini juga kegiatan yang baik,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini bisa berdampak bagi pengelola untuk melihat asesmen dan risiko serta memiliki manajemen terlebih dahulu. Ia juga berharap agar ke depannya MBG tidak ada lagi kejadian yang tidak memuaskan.
“Harapan saya, semoga seusai kegiatan ini, segala hal positif yang dibicarakan tentang bagaimana asesmen atau kami bisa melihat risiko dan mempunyai manajemen untuk menghadapi itu terlebih dahulu. Dan juga harapan ke depannya semoga MBG Sikka ini tidak ada lagi kejadian-kejadian menonjol ataupun kejadian yang tidak memuaskan terhadap para penerima manfaat,” kata dia.
Sosialisasi ini dibawakan dengan tiga materi diantaranya, Konsep Manajemen Risiko Program MBG dan Penerapan Prinsip ISO 31000:2018, Implementasi Pedoman Sertifikasi Keamanan Pangan dan Grading HACCP pada SPPG, dan Manajemen Risiko pada SPPG Kabupaten Sikka.
Manajemen risiko membantu pengelolaan sumber daya dan ketataksanaan agar berorientasi pada hasil. Pedoman ini bertujuan untuk menyeragamkan penerapan Manajemen Risiko di wilayah Kelompok Penyelenggara Pemenuhan Gizi (KPPG) Daerah, memastikan pengelolaan risiko yang efektif, serta mendukung proses pengambilan keputusan.
Penerapan yang berhasil akan memberikan manfaat signifikan: bagi Pimpinan, menjadi dasar pengambilan keputusan berbasis informasi bagi Manajer/Pengelola Kegiatan, membantu perencanaan dan hasil kerja harian yang lebih baik; bagi Seluruh Pegawai, meningkatkan kesadaran risiko dan bagi Pemangku Kepentingan Eksternal, meningkatkan citra dan reputasi baik organisasi.
Kategori Risiko Pemenuhan Gizi Nasional terdiri dari, Supply Chain yakni ketersediaan pasokan bahan, stabilitas harga komoditas, kapasitas infrastruktur logistik, ketergantungan pada satu pemasok, keterlambatan distribusi dan Kerusakan dan kehilangan produk.
Operability: Ketersediaan dan kompetensi SDM, Kesiapan SOP operasional, perawatan peralatan, keandalan sistem produksi dan monitoring dan evaluasi rutin, financial and sustainability dan keterbatasan pendanaan, efisiensi penggunaan anggaran, ketergantungan pada APBN/APBD, risiko inflasi dan harga pasar dan keberlanjutan program jangka panjang. (RA/RN)







