Ada seorang lelaki yang merasa dirinya sudah berada di jalan yang benar. Ia menganggap hidupnya sudah lurus, tepat, dan keberuntungan selalu menghampirinya

Saya berusaha menepi dari jalan Tendean menuju trotoar, kemudian mendangak ke atas pada bangunan kantor berlantai lima itu. Bangunan itu berdinding kaca

Saya tidak tahu apakah kontrak yang ditandatangani Ibu dengan pihak teve itu mengikat atau tidak. Tahu-tahu saya diajak untuk mengisi formulir pendaftaran,

Kebutuhan saya enggak begitu banyak, Tuhan, saya hanya menginginkan dia menelepon saya saat ini juga. Saya tak ingin meminta apa-apa dari-Mu, saya

Tadinya saya tidak tahu apa yang ada di balik gundukan tanah itu sejak limabelas tahun lalu, terutama sejak duduk di kelas tiga SD. Saat itu saya bersama teman

Apa alasan yang bagus untuk menutupi kesalahan ini, ucap Moi. Laki-laki beralis tebal dan berbadan ectomorph itu kalang-kabut bak seekor binatang buruan yang ketakutan.

“Saya tidak ikut proyek!”Lunglai seperti ayam kehujanan, Pak No bersandar di pintu rumah. Bahunya turun. Sehelai sarung lusuh tergantung di lehernya. Ada

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.