RADARNTT, Soe – Sebanyak 44 anak menerima komuni pertama pada Hari Raya Tubuh Dan Darah Kristus di Paroki Santu Arnoldus Jansen dan Yosef Freinademetz (Aryos) Niki-Niki, kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS ) , Minggu, (2/6/2024).
Dalam kotbahnya ketika memimpin perayaan ekaristi, Pastor Paroki Aryos, RD. Yovinianus Niti, menuturkan bahwa bertepatan dengan hari raya Tubuh dan Darah Kristus, 44 anak di paroki ini untuk pertama kalinya diundang makan dan minum bersama Tuhan Yesus di meja perjamuan-Nya karena Yesus merupakan tuan pesta sehingga mengundang anak-anak kita hari ini bersama dengan-Nya di meja perjamuan karena hidangan yang disediakan adalah diri-Nya sendiri dengan bersabda terimalah dan makanlah inilah Tubuh-Ku, ambillah dan minumlah inilah darah-Ku yang dikurbankan bagi-Mu.
“Maka sebagai anak-anak Tuhan sepatutnya kita yakini Tuhan Yesus mengorbankan diri-Nya sebagai pemulihan atas dosa-dosa manusia dan hari ini 44 anak ini makan dari apa yang dikorbankan oleh Tuhan Yesus bagi kita umat-Nya,” tuturnya.
Selain itu, RD. Yovinianus, menjelaskan Santu Agustinus, mengatakan mata kita melihat sesuatu yang lain sedangkan hati kita juga melihat sesuatu yang lain artinya bahwa iman kita melampaui apa yang kelihatan sehingga sebelum menerima komuni pertama anak-anak mengikuti pembinaan supaya percaya akan peristiwa yang dialami hari ini.
“Karena yang diterima hari ini bukanlah roti dan anggur biasa melainkan tubuh dan darah Kristus sebagaimana disabdakn-Nya, Barang siapa makan dan minum dari-Ku ia akan tinggal dalam Aku dan aku akan tinggal dalam Dia serta diharapkan orang tua mendampingi anak-anak-Nya agar tetap menjadi sahabat Yesus yang setia,” harapnya.
Sementara, Anderias, salah satu orang tua dari anak-anak yang menerima komuni pertama menyampaikan terima kasih kepada para pembina yang selama ini membina anak-anak sehingga bisa menerima komuni pertama serta menyampaikan permohonan maaf jika selama dalam proses pembinaan ada sikap dan tindakan anaknya yang berlaku kurang menyenangkan.
Terima kasih kepada para pembina yang sudah membina anak-anak dan mohon maaf jika selama proses pembinaan ada tindakan anak yang kurang menyenangkan,” ujarnya.
Sedangkan,Antonius, salah satu anak yang menerima komuni pertama mengaku senang bisa menjadi sahabat Yesus karena mendapat undangan Tuhan untuk menikmati hidangan bersama Tuhan Yesus dalam perjamuan-Nya.
“Jujur saja, saya selama ini rindu sekali menerima komuni namun harus melewati beberapa tahapan seperti pembinaan dan pengetahuan lainnya sehingga melalui momen ini saya sangat bangga,” ungkapnya. (AB/RN)







