7 Suster RVM Rayakan Pesta Perak Hidup Membiara, Uskup dan Gubernur NTT Beri Apresiasi

oleh -1164 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Komunitas Religious of the Virgin Mary (RVM) Distrik Indonesia merayakan pesta perak tujuh suster yang genap menempuh 25 tahun hidup membiara. Perayaan syukur ini digelar di Gereja Katolik Paroki Santa Maria Assumpta, Kota Kupang, Jumat (22/8/2025) pagi, dihadiri ratusan umat, puluhan imam, para suster dari berbagai komunitas, keluarga, serta pemerintah daerah.

Misa syukur dipimpin Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni. Dalam homilinya, Uskup menekankan makna kesetiaan sebagai inti panggilan hidup membiara.

“Kita bersyukur, tujuh suster dipanggil dalam komunitas RVM untuk setia 25 tahun hidup membiara. Dalam saat-saat berat, Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka. Kasih sejati menuntut komitmen dan kesediaan berkorban, itulah bukti transformasi kasih di tengah umat,” ungkapnya.

Ketujuh suster yubilaris adalah:

  1. Sr. Maria Banunaek, RVM
  2. Sr. Maria Anna Rosita Senanes Ferreira, RVM
  3. Sr. Maria Bao Kumanireng, RVM
  4. Sr. Maria Marselina Lodan, RVM
  5. Sr. Maria Costora Encamacoa Silva, RVM
  6. Sr. Maria Wendelina Wio, RVM
  7. Sr. Maria Fransisca Romana Yasmini, RVM

Apresiasi Gubernur NTT

Dalam sambutannya, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi atas karya pelayanan para suster RVM yang telah memberi teladan iman, pengabdian, dan cinta kasih.

“Bagi saya, Kongregasi RVM bukan hal baru. Sejak kecil saya mengenal mereka melalui Suster An Bao asal Lembata, tante saya. Bahkan saya sudah dua kali berkunjung ke biara RVM di Italia,” ujarnya.

Gubernur menegaskan para suster RVM harus terus menjadi “garam dan terang dunia” sesuai panggilannya.

“NTT saat ini sedang berproses menjadi sumber garam dan terang, tidak hanya untuk daerah ini tetapi juga untuk Indonesia. Saya berharap pemerintah dan para suster RVM bisa terus bersinergi melayani masyarakat secara utuh,” kata Melki Laka Lena.

Suara Keluarga dan Suster

Mewakili keluarga yubilaris, Kristo Blasin mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih.

“Mereka adalah hamba Tuhan yang setia. Kami bersyukur atas dukungan semua pihak, termasuk para donatur,” ujarnya.

Sementara itu, Sr. Maria Fransisca Romana Yasmini, RVM, dan Sr. Maria Bao Kumanireng, RVM, mewakili rekan-rekannya mengisahkan perjalanan panggilan.

“Dua puluh lima tahun lalu kami ditempa, mulai dari aspiran, novisiat, hingga mengikrarkan kaul kekal pertama di Kupang pada 22 Agustus 2000. Kami belajar tentang kesetiaan dan kasih Tuhan. Karena itu jiwa kami memuliakan Tuhan bersama Bunda Maria yang membentuk kami,” tutur Sr. Yasmini yang akrab disapa Suster Tias.

Uskup Pakaenoni menambahkan bahwa pesta perak ini bertepatan dengan momentum tahun Yubileum dan menjadi tanda berkat bagi Gereja lokal.

“Tujuh suster ini adalah anugerah, dengan tujuh sakramen dan tujuh karunia Roh Kudus yang melimpahi mereka,” kata Uskup Pakaenoni.

Perayaan ditutup dengan ramah tamah dan santap siang bersama di aula paroki, penuh sukacita dan rasa syukur atas 25 tahun perjalanan setia tujuh suster RVM dalam panggilan hidup membiara.
(TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.