Basarnas Hentikan Pencarian Korban Tenggelam, Penjabat Bupati Alor: Pemantauan Tetap Berjalan Bersama Masyarakat

oleh -1198 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kalabahi – Pencarian korban tenggelamnya perahu motor Lebanon di perairan Kabupaten Alor telah resmi dihentikan oleh Basarnas. Namun, meski operasi pencarian telah berakhir, Penjabat Bupati Alor, Zet Sony Libing, menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan, bekerja sama dengan masyarakat setempat.

Hal ini disampaikan oleh Penjabat Bupati dalam jumpa pers bersama sejumlah Media di Rumah Jabatan Bupati Alor pada Senin, 26 Agustus 2024.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Tim Basarnas, Dandim 1622 Alor, pejabat dari Satuan Polair, Polres Alor, Asisten I Setda Alor, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah, serta Kepala BPBD Kabupaten Alor, Penjabat Bupati menyampaikan keprihatinannya atas tragedi ini. Hingga saat ini, satu orang dewasa dan tiga anak-anak yang menjadi korban tenggelam masih belum ditemukan.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Meski Basarnas dan tim gabungan telah menghentikan operasi pencarian, kami menegaskan bahwa pemantauan tetap akan berjalan. Pemerintah Daerah bersama masyarakat dibantu Tim Basarnas dan seluruh pemangku kepentingan akan terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian dan sekitarnya,” ujar Penjabat Bupati.

Lebih lanjut, Penjabat Bupati menyampaikan, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pemantauan, tetapi juga terus berupaya memberikan dukungan moral kepada keluarga korban. Kunjungan telah dilakukan ke rumah keluarga korban untuk menyampaikan perkembangan terbaru dan memberikan penghiburan. Meskipun hingga malam ketujuh korban belum ditemukan, keluarga korban telah diberi pemahaman dan menerima situasi ini dengan lapang dada.

Di lokasi kejadian, Tim Penyelamat Basarnas bersama tim lainnya telah menemukan usus yang diduga berasal dari salah satu korban. Namun, hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah organ tersebut milik manusia atau bukan. Untuk memastikannya, uji laboratorium akan dilakukan di Rumah Sakit Umum di Kupang pada hari ini Rabu, (28/8/2024).

Penjabat Bupati Alor juga kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya keselamatan saat melakukan pelayaran.

“Kami ingin mengingatkan agar masyarakat selalu memperhatikan keselamatan saat berlayar, termasuk memastikan kelengkapan berlayar dan memperhatikan kondisi cuaca serta laut. Alor merupakan daerah kepulauan, dan kearifan lokal yang diajarkan oleh para orang tua di pesisir harus tetap dijaga, terutama terkait waktu yang tepat untuk berlayar agar tidak terjadi kecelakaan di laut,” tegasnya.

Penjabat Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan masyarakat dalam upaya pemantauan ini.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Pemantauan akan terus berjalan hingga ada kejelasan lebih lanjut terkait keberadaan para korban,” pungkasnya.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah daerah, diharapkan langkah-langkah pemantauan yang terus berlanjut ini dapat memberikan hasil yang positif dan meringankan beban keluarga korban yang tengah dirundung duka.

Sebagai informasi, pada Selasa, 20 Agustus 2024 lalu, perahu motor Lebanon yang membawa 22 orang penumpang, mengalami kecelakaan tragis di sekitar perairan Pulau Pura, Kabupaten Alor, NTT. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 18.00 WITA, ketika gelombang dan arus kencang menyebabkan perahu oleng dan akhirnya tenggelam. (Then – Bende. Prokom Setda Alor)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.