Hidup Bertambah dan Berkurang

oleh -94 Dilihat
banner 468x60

Usia bukan sekadar angka yang bertambah di kalender, melainkan jejak sunyi yang ditinggalkan waktu di tubuh dan ingatan.

Setiap tahun yang datang membawa dua wajah: satu menghadap kehidupan,
satu lagi menghadap ketiadaan.

Kita tumbuh seperti pohon—semakin tinggi, semakin dalam akar menyentuh tanah kehilangan. Wajah perlahan menjadi peta perjalanan, menyimpan nama-nama yang pernah tinggal, jalan-jalan yang tak mungkin dilalui untuk kedua kalinya.

Dan dari perjalanan itu barangkali kedewasaan tumbuh: belajar melepaskan tanpa harus mengingkari cinta; menerima bahwa tak semua yang pergi harus dipanggil pulang, dan tak semua yang telah berlalu perlu ditemukan kembali.

Pada akhirnya, waktu tak pernah berjalan bersama kita. Ia berjalan melewati kita, membawa hari-hari yang tak pernah bisa dikembalikan.

Maka usia bukan tentang berapa lama kita telah hidup, melainkan seberapa penuh kita hadir di antara lahir dan tiada.

Sebab ketika semuanya usai, yang tinggal bukan hitungan tahun, melainkan cahaya yang sempat menyala—dalam cinta yang pernah diberikan, dalam luka yang pernah disembuhkan, dalam jejak yang diam-diam
tinggal di hidup orang lain.

Mungkin begitulah manusia menolak benar-benar hilang: bukan dengan menjadi abadi, melainkan dengan meninggalkan sesuatu yang tetap hidup di hati yang pernah disentuhnya.

Oleh: Yudi Latif

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.