Di Bawah Langit yang Pernah Terbakar

oleh -1255 Dilihat
banner 468x60

(Suara tanah yang menyimpan jejak Proklamasi)

Langit waktu itu tidak biru
ia merah seperti dada yang disobek janji.
Tanahku, belum sempat mekar mewangi
disulut arwah dari bambu-bambu tiwikrama.
Aku menyimpan suara yang tidak dibukukan:
seruan dari tenggorokan yang dililit penindasan,
langkah tanpa telapak yang menuntut arti pulang.
Di sela jari para proklamator
mengalir tinta yang bukan tinta,
darah yang berpura-pura tenang,
dunia percaya bahwa kami telah lahir.
Tapi kelahiran ini
seperti anak yang tidak ditunggu
oleh dunia yang memeluk kebebasan,
tangan yang berkubang kolonialisme.
Delapan puluh tahun berlalu,
aku bertanya padamu
masihkah kau ingat tanggal itu?
Ataukah kau pun telah letih
mendengar janji yang berkeliaran
tanpa sepatu,
tanpa malu.

Agustus 2025

Oleh: Fileski Walidha Tanjung

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.