RADARNTT, Kalabahi – Ada 114 Destinasi Wisata di Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selain destinasi wisata Mali, belum terkoneksi dengan data Kementerian Pariwisata. Jumlah yang dapat membawa manfaat bagi Pemerintah Kabupaten Alor dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), apabila jumlah destinasi wisata itu ditatakelola dengan baik maka akan meningkatkan ekonomi masyarakat kecil dan juga peningkatan PAD untuk keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Alor.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, Muhamad Baesaku dikonfirmasikan di ruang kerjanya Rabu, (2/7/2025) membenarkan masih banyak destinasi wisata di Kabupaten Alor yang belum terdata di pusat.
Muhamad Baesaku kepada media ini menjelaskan, destinasi wisata di Kabupaten Alor ini berjumlah 115 destinasi. Namun yang sudah terbaca dan terkoneksi di Kementerian Pariwisata hanya satu destinasi yakni destinasi Mali. Sementara 114 destinasi lainya belum terbaca atau terkoneksi dengan dalam data Kementerian Pariwisata.
“Kita punya 115 destinasi wisata. Satu sudah terkonek di pusat yaitu destinasi wisata Mali sementara 114 lainnya belum,” beber Mantan Kepala Dinas Nakertrans ini.
Hal ini menurut Baesaku, dikarenakan belum termuat ke 114 destinasi itu dalam master plan pariwisata kabupaten Alor. Sementara yang sudah termuat dalam master plan hanya destinasi wisata Mali.
“Kita masih pakai master plan lama tahun 2023 sehingga yang terbaca destinasi Mali dan yang lain tidak terbaca. Jadi kita akan revisi ulang atau buat master plan baru sehingga semua destinasi wisata kita bisa terbaca semuanya dan terkoneksi di Kementerian Pariwisata pusat. Dan akan secepatnya diusulkan pada perubahan anggaran atau pada murni tahun 2026,” ungkap Baesaku
Oleh karena itu, yang baru jelasnya, dalam master plan akan dibuat sistim kawasan secara menyeluruh. Karena menurutnya dibuat satu titik tempat destinasi wisata saja maka secara anggaran tidak menguntungkan daerah.
“Dalam master plan baru nanti kita akan buat secara kawasan tidak pada titik tertentu sehingga menguntungkan daerah. Kalau kita buat titik tertentu maka daerah dirugikan,” sebutnya
Dia lebih jauh menjelaskan, pembangunan wisata ini harus berbasis masyarakat. Artinya kata Baesaku, tempat wisata dimaksud harus dinikmati oleh masyarakat yang mendapat dampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat kecil.
“Bapak Bupati Iskandar Lakamau dan Bapak Wakil Bupati Rocky Winaryo telah bertekad memajukan pariwisata di Alor dengan sebutan Wisma Raya (Wisata Maju Rakyat Sejahtera). Kita harus buat destinasi premium yang lengkap sehingga orang bisa datang menikmati wisata. Kalau wisata ini baik orang datang berkunjung dan menikmati wisata dari satu tempat ke tempat yang lain mendatangkan keuntungan besar bagi daerah ini,” tandas Mad Baesaku.
Oleh karena itu, lanjutnya, destinasi wisata ini harus didukung dengan keamanan dan ketertiban di setiap lingkungan sehingga orang merasa aman, tentram menikmati wisata dan menjadi kenangan bagi pengunjung sehingga ketika mereka pergi pasti akan datang untuk menikmati wisata di Alor karena aman dan tertib sehingga akan menarik sektor lain ikut terangkat dan meningkatkan PAD Kabupaten Alor.
“Oleh karena itu infrastruktur jalan menjadi prioritas untuk mempermudah akses masuk ke tempat wisata. Juga Air, perumahan dan penerangan,” jelas Mad Baesaku.
Sesuai data Dinas Pariwisata Kabupaten Alor bahwa kunjungan wisatawan domestik maupun manca negara dari tahun ke tahun terus meningkat. Untuk tahun 2022, kunjungan wisatawan domestik berjumlah 17.016 orang, manca negara berjumlah 1.487 orang sehingga total pengunjung 18.503 orang.
Sementara untuk tahun 2023, wisatawan domestik berjumlah 16.949 orang, manca negara berjumlah 3.818 orang, total 20.767 orang. Dan tahun 2024 wisatawan domestik berjumlah 17.670 orang, manca negara berjumlah 3.827 orang, total 21.497 orang. (NB/RN)






