RADARNTT, Bajawa – Anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Angela Merci Piwung bersama Blandina Mamo istri Bupati Ngada dan Kepala Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngada, Wilibrodus Kaju, S.Sos melangkah memasuki gubuk reot beratap miring/pelana berbentuk satu kamar berukuran kurang dari 10 meter persegi berdinding bambu, berlantai tanah yang ditempati empat orang anak yatim yang ditinggal terlantarkan oleh ibunya setelah ayahnya meninggal dunia di Desa Ngoranale Kecamatan Bajawa.
Walaupun di tengah padatnya agenda reses pada Selasa (18/3/2025), Merci Piwung berkesempatan mengunjungi dan bercengkerama dengan keempat anak yatim. Membagi cerita dan harapan bagi anak-anak yang masih belia dan sangat membutuhkan perhatian.
Merci Piwung menjelaskan, empat anak yatim itu adalah Stevania Santriana Nay (16), Noristus Toda Dom (14), Yunita Efra Odje (12), Findrianti Ome (9) mereka tinggal di rumah kecil yang tidak layak huni, tidur dalam satu kamar bersama.
“Sedih benar, yang herannya sudah tahu tidak ada penanggung jawab desa memberi bantuan material rumah layak huni tapi tidak ada yang kerja makanya semen sudah membantu, kayu disandar saja pada pohon kayu, batako sudah berlumut,” kata Merci Piwung.
Mereka ditinggal ibunya setelah ayahnya meninggal dunia pada beberapa tahun silam, tinggal sendirian dalam kondisi yang memprihatinkan. Mereka masih berusia sekolah namun tidak bisa melanjutkan pendidikan.
“Betapa prihatin kehidupan anak-anak ini, kondisi rumah yang begitu sempit, meskipun ada bantuan dana desa untuk rumah layak huni, berupa semen, kayu, batu dan pasir tetapi dibiarkan begitu saja dan semen sampai membantu, sebetulnya ini tugas siapa yang harus membantu meringankan kehidupan mereka?,” tutur Mersi Piwung.
Merci Piwung membeberkan, Stevania putus sekolah kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA), Noristus putus sekolah kelas 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP), Yunita dan Findrianti putus sekolah di bangku Sekolah Dasar (SD).
“Saya minta kepada pihak Pemerintah Kabupaten Ngada atau pemerintah desa bergotong royong bersama untuk membangun tempat tinggal untuk mereka bisa berteduh dalam kondisi yang layak,” kata Merci Piwung.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngada, Wilibrodus Kaju, S.Sos menyampaikan pihaknya berkolabotasi dengan berbagai pihak untuk memberi perhatian kepada anak-anak terlantar di panti asuhan maupun di luar panti asuhan.
“Kita telah berkolaborasi bersama Anggota DPRD dan Ketua TP PKK memberikan sedikit bantuan sembako untuk kebutuhan sehari-hari anak terlantar,” kata Wili Kaju.
Dia pun menyanggupi permintaan Anggota DPRD untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak yang peduli untuk gotong royong membangun rumah layak huni bagi anak-anak tersebut.
Selain membangun hunian layak, Wili Kaju mengatakan, Pemerintah juga akan mengupayakan agar keempat anak tersebut bisa kembali bersekolah bagi yang di bangku SMA, SMP dan SD.
“Kita akan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mengupayakan mendapat tempat tinggal yang layak dan bisa kembali melanjutkan pendidikan bagi keempat anak yatim,” tandas Kaju. (TIM/RN)






