Potensi Panas Bumi NTT Solusi Listrik Ramah Lingkungan

oleh -1739 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi Panas Bumi (Geothermal) mencapai 1.341,5 megawatt ekuivalen (MWe) bisa diolah untuk listrik ramah lingkungan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

Berikut potensi panas bumi yang ada di Provinsi NTT menurut Buku Potensi Panas Bumi dari Kementerian ESDM, dilansir kompas: WKP Atadei: 40 MWe, WKP Gunung Sirung: 152 MWe, WKP Mataloko: 75 MWe, WKP Oka-Ille Ange: 50 MWe, WKP Sokoria: 196 MWe, WKP Ulumbu: 112,5 MWe, Potensi Adum: 36 MWe, Potensi Alor Timur-Maritaing: 190 MWe, Potensi Amfoang: 20 MWe.

Potensi Bukapiting: 27 MWe, Potensi Ndetusoko: 10 MWe, Potensi Gou-Inelika: 28 MWe, Potensi Jopu: 5 MWe, Potensi Lesugolo: 45 MWe, Potensi Mapos: 50 MWe, Potensi Mengeruda: 5 MWe, Potensi Oyang Barang: 37 MWe, Potensi Rana Kulan: 5 MWe, Potensi Rana Masak: 20 MWe, Potensi Roma-Ujelewung: 22 MWe, Potensi Ulugalung: 5 MWe, Potensi Wae Sano: 157 MWe, Potensi Wae Pesi: 54 MWe.

Setidaknya ada 23 titik wilayah kerja panas bumi (WKP) dan potensi panas bumi di Provinsi NTT, namun baru tiga yang sudah beroperasi yaitu Ulumbu Manggarai, Mataloko Ngada dan Ropa Ende.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan energi (khususnya listrik) yang semakin meningkat di Kabupaten Manggarai, sangat diperlukan pengembangan sumber daya energi. Salah satunya adalah melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5-6 (2×20 MWe) Poco Leok, yang kemudian akan digabungkan dengan beberapa sumber energi yang tersebar di pulau Flores, dengan tujuan untuk menjawab kebutuhan Energi listrik sedaratan pulau Flores.

Demikian Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Manggarai, Yosep Mantara, selaku Ketua Tim Pengadaan Tanah bagi Pembangunan PLTP Ulumbu Unit 5-6 (2×20 MWe, Wellpad H, I, J dan Acces Road di Poco Leok, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, saat melakukan Sosialisasi Pemberitahuan Tahap Pertama, di Aula Paroki Santu Arnoldus Janssen, Selasa (12/6/2024).

Sosialisasi Tahap Pertama ini dihadiri 216 warga pemilik lahan pada jalan akses utama menuju Wellpad di empat desa yakni Ponggeok, Wewo, Moco dan Desa Lunggar, kecamatan Satar Mese.

Menurut Yosep Mantara, setiap daerah di pulau Flores memiliki potensi masing-masing yang mesti dioptimalkan untuk kebutuhan masyarakat.

“Dan sebagai karunia Tuhan, di wilayah ini khususnya di Kecamatan Satar Mese kita memiliki potensi besar yakni panas bumi. Potensi panas bumi bisa diolah menjadi energi listrik. Kita juga punya potensi-potensi lain dalam hal pertanian seperti, kopi, cengkeh, kakao, kemiri, hortikultura dan padi. Namun untuk skala Nasional, potensi yang sangat dibutuhkan adalah panas bumi, demi mengurangi pembangkit listrik yang menggunakan cara konvensional,” jelasnya.

Yoseph menjelaskan, ke depan kebutuhan energi listik akan semakin besar terutama dengan adanya kemajuan teknologi, seperti mobil listrik, sepeda motor listrik dan sepeda listrik. Apabila kebutuhan itu hanya mengandalkan pembangkit listrik dari fosil, maka suatu saat pasti habis.

“Yang menggunakan BBM, batu bara, suatu saat nanti semua itu akan habis, pastinya kita akan selalu kekurangan energi listrik. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan energi baru, seperti PLTP Ulumbu ini,” tandasnya.

Pada tempat yang sama, Manajer Perijinan dan Komunikasi PT PLN (Persero) UIP Nusa Tenggara, Bondan Gustaman menjelaskan, sosialisasi pemberitahuan rencana PT PLN dalam pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6 (2×20 MWe) merupakan lanjutan kegiatan sebelumnya.

“Empat Wellpad dari total tujuh yakni Wellpad D, E, F dan G sudah diselesaikan proses penjaringannya. Sementara yang akan dilakukan sekarang ini adalah untuk lokasi Wellpad H, I, dan J dengan tambahan satu acces road menuju wellpad,” jelas Bondan.

Menurut Bondan, tujuan pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6 Poco Leok ini untuk memenuhi kebutuhan energi listrik bagi masyarakat (rumah tangga dan industri) yang saat ini semakin meningkat serta memperkuat sistem kelistrikan Pulau Flores. Selain itu sebagai beban dasar (base load) untuk menggantikan pembangkit listrik diesel yang relatif lebih mahal, meningkatkan keandalan (reliability) sistem kelistrikan Pulau Flores dan menuju kemandirian energi di Pulau Flores.

Bondan menjelaskan, sosialisasi pemberitahuan yang sepenuhnya dilaksanakan oleh Tim Persiapan Pengadaan Tanah Pemerintah Kabupaten Manggarai ini adalah kegiatan awal menuju tahap kedua dari proses pembenahan Ulumbu demi pemenuhan kebutuhan listrik rumah tangga dan pembangunan yang saat ini semakin meningkat di kabupaten Manggarai.

Alasan pemilihan pembangkit Panas Bumi, jelas Bondan, sebagai implementasi Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 tentang ‘Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Alasan lain karena Pulau Flores memiliki potensi pemanfaatan energi geothermal yang melimpah, sehingga meminimalisir penggunaan BBM (fuel mix) dan Batu Bara. Dan memenuhi parameter kelayakan ekonomi dan finansial serta Ramah Lingkungan.

Ramah terhadap lingkungan menjadi salah satu karakteristik energi panas bumi yang harus digarisbawahi. Energi panas bumi bersifat ramah terhadap lingkungan, tidak hanya dalam aspek produksi tetapi juga aspek penggunaan, sehingga dampaknya berperan positif pada setiap sumber daya.

Pada saat menjalankan proses pengembangan dan pembuatan, tenaga panas bumi sepenuhnya bebas dari emisi. Tidak ada karbon yang digunakan untuk produksi, kemudian seluruh prosedur juga telah bebas dari sulfur yang umumnya telah dibuang dari proses lainnya yang dilakukan.

Penggunaan energi panas bumi memang tidak akan menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Oleh karenanya efek dari pemanasan global yang disebabkan oleh emisi dari bahan-bahan minyak akan berkurang. Dalam penggunaannya sebagai pembangkit listrik tenaga panas bumi tidak akan dibutuhkan bahan bakar minyak yang bisa menyebabkan polusi udara.

Sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2017 tentang Panas Bumi merupakan energi ramah lingkungan yang potensinya besar dan pemanfaatannya belum optimal sehingga perlu didorong dan ditingkatkan secara terencana dan terintegrasi guna mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. (YL/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.