RADARNTT, Kupang – Politisi Partai Demokrat, Abdullah Appa secara obyektif mengapresiasi prestasi Simon Petrus Kamlasi yang meraih rekor MURI sebagai pemasang pompa hidram terbayak adalah prestasi luar biasa karena air adalah kebutuhan pokok masyarakat dan menjadi masalah terpenting di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Saya apresiasi prestasinya bisa dapat rekor MURI pasang pompa hidram terbanyak itu luar biasa. Air adalah kebutuhan pokok masyarakat dan bagian masalah terpenting di daerah kita,” tegas Abdullah Appa, Jumat (26/10/2024) via whatsapp.
Dia juga berharap semoga inovasi teknologi pompa hidram untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat bisa terus dikembangkan dan ditingkatan dari 400 titik menjadi 1000 titik atau lebih agar bisa menjangkau semua tempat yang kesulitan air bersih untuk konsumsi.
Selama 11 tahun terakhir sejak 2013 Simon Petrus Kamlasi secara konsisten melaksanakan gerakan jaga air dan alam. Selain itu, Simon Petrus Kamlasi juga telah mengelilingi, hampir semua daratan di Provinsi NTT melaksanakan aksi nyata yang langsung berkaitan dengan kebutuhan riil masyarakat yakni masalah air.
Menurut Simon Petrus Kamlasi aplikasi pompa hidram paling tepat tanpa bahan bakar, tanpa listrik dan komponennya bisa didapat di kampung serta tidak rumit pembuatan klep dalam konstruksinya.
“Saya berpikir aplikasi hidram yang paling tepat tanpa bahan bakar, tanpa listrik dan komponennya bisa didapatkan di kampung. Kalau yang hidram kontruksi ini tidak banyak kerumitan dalam pembuatan klep. Semua bisa mengerjakannya, kita siapkan kuncinya jadi mereka pun pada saat pemasangan ada partisipasi. Para Babinsa mengajarkan teknisi ini untuk merawat. Sekarang tinggal konsisten dalam merawatnya,” jelas SImon Petrus Kamlasi kepada Pos Kupang belum lama ini.
Mantan Kasrem 161/Wira Sakti Kupang, Simon Petrus Kamlasi, pernah meraih pengakuan dan penghargaan atas karyanya dalam membuat Pompa Hidram yang inovatif setelah berhasil mengatasi krisis kekeringan air di lebih dari 50 titik nusantara (pada waktu itu) dengan menggunakan 108 pompa hidram buatannya pada beberapa tahun lalu.
Penghargaan ini tidak hanya datang dari Kasad, tetapi juga tercatat dalam Rekor MURI pada 27 Januari 2015 lalu. Hal ini menjadi bukti prestasi luar biasa Simon Petrus Kamlasi dalam menghadapi tantangan air yang melanda daerah-daerah di Indonesia, khususnya di NTT.
Simon Petrus Kamlasi yang juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas pemasangan pompa hidram, termasuk di pulau Flores, Kabupaten Kupang, dan Timur Tengah Selatan (TTS).
“Atas penghargaan itu, saya terus meningkatkan kapasitas pemasangan pompa, antara lain di NTT pulau Flores, Kabupaten Kupang, kemudian di Timur Tengah Selatan (TTS),” ujarnya.
NTT dikenal sebagai daerah yang keras dan kering, di mana air menjadi komoditas langka yang sangat berharga bagi masyarakat. Tantangan utama yang dihadapi adalah kekurangan air, terutama saat musim kemarau melanda. Namun, berkat inovasi Pompa Hidrolik Kartika yang diciptakan oleh Simon Petrus Kamlasi, masalah ini mulai teratasi.
Ada 27 titik pompa hidram sudah terbangun di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai dengan tahun 2021 untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan pertanian masyarakat.
Titik lokasi berada di Oelnasi, Baumata Timur, Oeltua, Baumata Utara, Baumata, Seko Oemofa, Dulu Sublele, Fatukanutu, Oefafi, Tanini, Oebola Dalam, Raknamo, Oesusu, Tolnako, Silu I Oelola, Silu III Tahiti, Lelogama, Ohaem, Fatumonas, Binafun, Retrain I, Retrain II, Teunbaun, Tesbatan I, Tesbatan II, Oenesu, Sumlili. (TIM/RN)








