WAKTU sebulan lagi (30 hari) menuju hari pemungutan suara Pilkada Serentak 27 November 2024, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA) terus mengalir seperti air, yang terkadang disalah-artikan dengan tidak memiliki rencana dan tujuan.
Air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan di alam dunia ini. Pada tempat di mana tidak ada air dapat dipastikan juga tidak ada kehidupan. Tidak hanya sebagai sumber kehidupan, diciptakannya air temyata juga agar dapat dijadikan sebagai sumber hikmah dan kearifan bagi manusia dalam menjalani kehidupan ini.
Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu menetapkan komitmen dalam misi SIAGA Air dan Energi untuk NTT, mencerminkan perjalanan politik mereka menuju singgasana kekuasaan. Hadir dengan tenang, mengalir mengisi pori-pori ruang hati masyarakat di pelosok kepulauan NTT tanpa riuh riak atribut yang menyilaukan mata dan memekakan telinga.
Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu menaruh optimisme dalam tangan Tuhan, Sesama dan Alam Semesta sebagai tiga unsur utama membingkai kehidupan manusia. Tidak ada kehidupan tanpa campur tangan Tuhan dan dukungan sesama serta berpijak pada alam semesta sebagai rumah besar.
Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu menyakini tangan Tuhan menatang, didekap erat sesama dan siap menyusuri suluruh alam raya kehidupan di negeri seribu pulau yang dijuluki negeri tinggi toleransi dan tempat belajar pluralisme di Indonesia. Kalau mau belajar pluralisme dan toleransi datanglah ke NTT!
30 Hari Penuh Makna
Sebagaimana beberapa angka lain, angka 30 cukup banyak digunakan dalam Kitab Suci. Makna profetis dari angka ini. Konon, angka 30 digunakan lebih dari 80 kali dalam Kitab Suci.
Dalam Kitab Suci angka 30 melambangkan dedikasi seseorang (terutama pria) untuk sebuah tugas tertentu. Manusia dianggap siap untuk berkarya pada usia 30 tahun karena telah mencapai kematangan baik secara fisik maupun mental. Pada usia tersebut manusia menjadi matang, sehingga mereka mampu mengemban seluruh tanggung jawab yang dibebankan di pundak mereka.
Sebagai contoh imam-imam keturunan Harun mulai bertugas ketika mereka genap berusia 30 tahun. Kitab Bilangan mencatat, “Hitunglah yang berumur tiga puluh tahun ke atas sampai yang berumur lima puluh tahun, semua orang yang kena wajib tugas, supaya mereka melakukan pekerjaan di Kemah Pertemuan” (Bil 4:3).
Injil Lukas mencatat bahwa Yesus memulai pekerjaan-Nya pada usia kira-kira tiga puluh tahun (Luk 3:23). Sebelumnya, Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, dan karena usianya terpaut enam bulan dari usia Yesus, maka dapat disimpulkan bahwa Yohanes Pembaptis mulai membaptis orang-orang Israel demi pengampunan dosa juga di usia 30 (Luk 1:36).
Di lain pihak angka 30 melambangkan darah pengurbanan Kristus. Sebagaimana kita ketahui bersama Yudas mengkhianati Yesus demi 30 keping perak (Mat 27:3). Menarik untuk direnungkan bahwa nabi Yehezkiel mulai mendapat penglihatan-penglihatan tentang Allah pada tahun ke-30 (Yeh 1:1) dan kata ini menjadi kata pertama dalam kitab nubuatnya. Kitab Samuel mencatat bahwa Daud menjadi raja pada saat berumur 30 tahun (2 Sam 5:4). Kitab Kejadian mencatat bahwa Yusuf berumur 30 tahun ketika ia menghadap Firaun raja Mesir (Kej 41:46).
Catatan-catatan dalam Kitab Suci yang disajikan di atas cukup untuk menyampaikan kepada kita semua bahwa angka 30 memiliki makna biblis dan profetis. Boleh dikatakan bahwa angka 30 cukup inspiratif dan digunakan untuk menyampaikan amanat yang mendalam.
Bukan merupakan sebuah kebetulan belaka kalau Tuhan menempatkan angka 30 dalam posisi yang demikian penting. Beberapa tokoh dalam Kitab Suci mengalami perubahan yang sangat menentukan dalam hidupnya di usia ke-30. Siapa dapat menyangka bahwa di usia ke-30 Yusuf berubah nasib dari seorang narapidana menjadi orang kedua di Mesir? Atau di usia yang sama seorang gembala bernama Daud diangkat menjadi raja Israel? Di usia ini Allah menunjukkan kemuliaan dan kekuasaan-Nya dengan melakukan perkara-perkara yang besar.
30 hari penuh makna perjuangan menuju kemenangan, SIAGA optimis Tuhan merestui, sesama mendukung dan semesta memangku. SIAGA Siap Menang!







