Banyak pengusaha yang berani ambil risiko karena taruhannya hanyalah nasibnya sendiri. Beda dengan Presiden Prabowo Subianto. Sangat bernyali. Berani. Sangat berani. Padahal

Presiden mengganti menteri seperti mengganti bidak catur yang dianggap salah langkah. Satu dicopot, satu dipanggil; yang kemarin dipuji, hari ini disingkirkan. Bahkan

Heran. Soal ”kupas bawang” masih terus mendominasi percakapan jagat maya. Istana pantas sewot. Begitu banyak isu besar yang ingin ditonjolkan sebagai prestasi

Presiden Prabowo akan jadi Mahathir Mohamad-nya Indonesia? Lihatlah langkah Mahathir di tahun 1981: Malaysia mengambil alih perusahaan perkebunan terbesar Inggris di Malaysia.

Dor! Mungkin tidak ada yang tewas oleh tembakan Presiden Prabowo di sidang pleno DPR kemarin. Tapi yang terluka pasti banyak. Sebagian pasti

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.