Oleh: Hafis Azhari Di tangan para nabi, sihir akan menjelma sebagai “mu’jizat”, sedangkan di tangan para Waliullah, ia akan menjelma sebagai “karomah”.
Tag: Opini
Pemulihan Pascabencana Butuh Transparasi
Oleh : Paimal Andri, S.Sos Negara Indonesia adalah salah satu negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia. Pada akhir tahun 2025 terjadi
Mengapa Perry Warjiyo Tiba-Tiba Mundur sebagai Gubernur BI?
Oleh: Vincent Gaspersz Setelah menelusuri pernyataan resmi, laporan media internasional, pemberitaan nasional, pandangan ekonom, dan berbagai isu yang beredar, kesimpulan paling jujur
Kepuasan atas Prabowo Merosot Tapi Dapat Naik Kembali, Berkaca dari Kisah Ronald Reagan dan Jimmy Carter
Oleh: Denny JA Tidak ada grafik yang terus menanjak. Tidak ada pula grafik yang terus menurun. Begitulah kehidupan manusia, perusahaan, bangsa, dan
Belajar Bahasa Indonesia, Belajar Menjadi Indonesia
Oleh: Heri Isnaini Ketika seorang anak mulai belajar Bahasa Indonesia di sekolah, sesungguhnya ia tidak hanya sedang belajar menyusun kalimat, mengenali jenis
Hidup Selaras Logos sebagai Jalan Menuju Kebahagian Sejati dalam Perspektif Cleanthes
Oleh: Antonius D.F. Missa Tak dapat disangkal bahwa dunia saat ini bergerak lebih cepat diluar nalar dari apa yang bisa dibayangkan oleh
Algoritma Kasih: Menjadi Sesama Manusia di Era Kecerdasan Buatan
Oleh: Agustinus Bili Mude Sulit dimungkiri bahwa realitas hidup modern hari ini berjalan beriringan dengan ketergantungan kita pada teknologi. Lewat layar ponsel
Membaca Persoalan “Human Trafficking” di NTT dari Perspektif Teologi Dalit: Upaya Pembebasan dari Penindasan
Oleh: Fitranda Agung Pramuji Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal dengan salah satu provinsi di Indonesia dengan angka perdagangan manusia (human trafficking)
Urgensitas Ruang Dialog Keluarga
Oleh: Yoseph Markianus Dusur Teknologi, di segala bidang dan pada setiap level, mulai dari teknologi zaman batu sampai teknologi zaman artificial intelligence
Demokrasi Tanpa Demonisasi Lawan
Oleh: Dr. Polykarp Ulin Agan Wajah demokrasi yang sering dipertontonkan dewasa ini adalah demokrasi yang narsistik: demokrasi yang bersorak-sorai karena merasa mampu
Hukum sebagai Cermin Peradaban yang Retak: Menakar Moralitas di Balik Tarif Kewarganegaraan
Oleh: Florentinus Bora Hukum tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia selalu merupakan hasil pergumulan panjang manusia dalam memahami dirinya sendiri, sesamanya,
- Sebelumnya
- 1
- …
- 7
- 8
- 9
- …
- 69
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











