Jangan Cepat Percaya Berita

oleh -73 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Yulius Rua

Setiap waktu kita berjumpa dengan begitu banyak informasi. Pada waktu membuka handphone, kita melihat begitu banyak pesan muncul di aplikasi yang digunakan seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok dan media sosial lainnya. Di dalamnya menampilkan berita hangat seperti bencana, kecelakaan,politik dan pendidikan. Pesan diterima hanya beberapa detik saja, sehingga informasi cepat berpindah dari satu orang ke orang lain. Problemnya, semua informasi yang diterima belum tentu benar.

Manusia sangat terbantu dengan hadirnya media sosial untuk mendapatkan informasi. Zaman dahulu, orang mendapatkan informasi harus melalui televisi dan membaca surat kabar. Tetapi sekarang, berita hanya dalam hitungan detik. Meskipun demikian, menjadi persoalan baru ketika informasi itu sangat cepat untuk dipublikasikan. Kita seringkali tidak peduli apakah berita tersebut benar atau tidak.

Terjadi saat ini adalah orang meyakinkan sebuah informasi dengan mengambil foto, beri tema menarik dan membuat gaya tulisan dengan sumber yang mudah dipercaya. Tidak di ketahui secara pasti bahwa foto dan sumber itu di ambil dari peristiwa yang berbeda, judulnya dibuat sangat mirip dan isinya dibuat lebih menarik pembaca. Apabila informasi telah disebarkan, maka orang akan sulit memahami mana fakta dan mana bohong terkait berita.

Sangat memprihatinkan bahwa ada kebiasaan memberikan informasi tidak benar dan membuat orang menjadi percaya. Kita sangat yakin bahwa informasi itu benar tetapi tidak teliti untuk periksa, sebab menurut kita sangat sesuai dan pendapat ini benar. Maka, terjadilah persoalan kompleks. Berita hoaks tidak hanya persoalan teknologi, melainkan persoalan manusia dengan menggunakan pikirannya

Kemampuan berpikir manusia tentu akan memicu pada pertanyaan. Oleh karena itu, informasi mestinya lebih diteliti lagi bukan terima begitu saja. Kita harus bertanya informasi berasal darimana, yang menyampaikan itu siapa, terjadinya kapan, foto-foto tersebut benar atau tidak dan sumber yang diberikan itu sudah benar atau belum. Dari pertanyaan ini, sudah membentuk sikap tanggung jawab.

Seringkali menganggap menyebarkan berita adalah perbuatan biasa. Hanya klik pesan lalu bagikan ke group dan buat postingan lainnya. Justru perbuatan biasa ini akan menimbulkan masalah besar. Berita hoaks bisa membuat orang panik, timbul curiga, memisahkan hubungan keluarga dan merusak nama baik seseorang maupun masyarakat.

Maka, bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial harus seimbang. Kita membagikan informasi dan berbicara bebas, namun kebebasan ada batasannya bukan bebas membuat postingan di media sosial apalagi belum tahu kebenarannya.

Di tengah majunya teknologi dan sumber informasi, masyarakat membutuhkan orang yang berpikir kritis bukan soal tahu tentang teknologi saja. Membaca dunia digital saat ini tidak cukup kalau hanya melihat menggunakan Facebook, WhatsApp, TikTok atau media lainnya. Membaca dunia digital dapat menggunakan pikiran yang kritis dalam membedakan informasi baik dan informasi tidak baik.

Semestinya bangun kesadaran, perlu melihat dan menganalisa dengan cermat terkait informasi yang ada. Jangan membuat semua berita itu sudah dibenarkan atau disahkan oleh pihak yang bertanggung jawab, sehingga kita serta merta segera teruskan infromasi kepada orang lain. Semua informasi yang kita dapat, diberi saran bahwa jangan terlalu cepat reaksi tanpa adanya analisa atau bukti kebenarannya.

Situasi kehidupan masyarakat NTT jiwa sosialnya masih kuat dan sangat erat hubungan dengan orang lain. Terkait dengan berita sudah mudah untuk menyebar dengan cepat dari keluarga yang satu ke keluarga yang lain bahakan dari kampong yang satu ke kampung lain. Maka, tanggung jawab menjadi sumber utama agar menjaga setiap informasi yang ada supaya jangan tidak menimbulkan keresahan.

Pada akhirnya, berita hoaks tidak selalu mempersalahkan orang yang membuat berita palsu tetapi kita yang menerimanya tetapi menjadi persoalan juga buat kita yang telah menerimanya. Apabila kita percaya lalu teruskan informasi kepada orang lain bahkan posting, sadar atau tidak kita juga pelaku berita palsu dan bekerja sama dengan orang yang tidak bertanggung jawab. Maka, bertanya itu penting. Memang satu kali klik sangat gampang tapi terjadi persoalan yang besar dan kemungkinan besar butuh waktu yang lama untuk pulihkan kembali.

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.