Oleh: Anselmus Dore Woho Atasoge Piala Dunia 2026 telah mencapai titik didihnya. Dari 100 pertandingan yang telah bergulir, empat raksasa sepak bola
Tag: Opini
Jokowi dan Fenomena Gunung Kawi
Oleh: Irawaty Nusa Membaca pikiran Hafis Azhari dari beragam opini dan karya sastranya, dapat disimpulkan bahwa kekuatan ideologi di Indonesia telah mengkristal
Sastra sebagai Cara Mengingat Bangsa
Oleh: Heri Isnaini Beberapa waktu lalu saya meminta mahasiswa menyebutkan satu cerita rakyat dari daerah asalnya. Kelas mendadak sunyi. Ada yang mengingat
Menganalisis Kehidupan Musailamah Al-Kadzab
Oleh: Dr. Mu’min Roup, MA Sejarawan berbeda pendapat tentang nama “Musailamah”, yang dulunya pernah dipanggil Abu Harun atau Maslamah bin Habib. Ia
Menolak Nota Pembelian Adat: Menggugat KDRT dan TPPO Lewat Kacamata Teologi Feminis Lokal
Oleh: Agustinus Bili Mude Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah rahim dari kebudayaan yang agung dan religiositas yang kental. Di tanah ini, adat
Teologi Minjung dan Perlawanan Terhadap Kemiskinan Desa
Oleh: Silverius Bria Kemiskinan menjadi satu permasalahan yang besar yang dialami setiap negara kemiskinan menjadi satu tugas berat yang diupayakan pemerintah untuk
Menolak Nota Pembelian Adat: Menggugat KDRT dan TPPO Lewat Kacamata Teologi Feminis Lokal
Oleh: Agustinus Bili Mude Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah rahim dari kebudayaan yang agung dan religiositas yang kental. Di tanah ini, adat
Menakar Kepanikan Budaya di Ruang Digital NTT
Oleh: Agustinus Bili Mude Belakangan ini, jika kita berselancar di media sosial, ruang digital warga Nusa Tenggara Timur (NTT) kerap diramaikan oleh
Efisiensi Pintar vs Pemangkasan Buta: Seni Manajemen Finansial di Tengah Ketidakpastian Pasar
Oleh: Apriyati Mataufina Aek Dunia bisnis hari ini sedang berdiri di atas landasan yang terus bergoyang. Ketidakpastian pasar global, fluktuasi nilai tukar
Reuni Sambil Berkaca pada Teman Dekat
Oleh: Adiba Historia Bantani Ada peribahasa yang menyatakan, bahwa tipikal orang yang banyak mengeluh, biasanya justru adalah orang yang banyak dikeluhkan oleh
Mengapa Banyak Kasus Baru Mendapat Perhatian Setelah Viral di Media Sosial? Apakah Penegakan Hukum Kita Masih Bergantung pada Viralitas?
Oleh: Lidia “Viralkan saja.” Kalimat itu kini terdengar semakin akrab di telinga masyarakat Indonesia. Ketika seseorang mengaku laporannya diabaikan, ketika korban merasa
- Sebelumnya
- 1
- …
- 9
- 10
- 11
- …
- 69
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.










