(Terinspirasi kisah nyata seorang ibu dan dua anaknya yang meninggal dalam gempa NTT, Agustus 2026. Sang ibu ditemukan dengan bayinya masih dalam
Tag: Denny JA
Merenungkan BUMN di Pidato Presiden
Oleh: Denny JA Di sebuah desa, mungkin ada anak yang belajar di ruang kelas dengan atap bocor. Ketika hujan datang, buku digeser
Kepuasan atas Prabowo Merosot Tapi Dapat Naik Kembali, Berkaca dari Kisah Ronald Reagan dan Jimmy Carter
Oleh: Denny JA Tidak ada grafik yang terus menanjak. Tidak ada pula grafik yang terus menurun. Begitulah kehidupan manusia, perusahaan, bangsa, dan
Rumah Para Penulis di Era AI
Draft Pertanggungjawaban Ketua Umum SATUPENA 2021–2026: Program, Sumber Dana? Suatu malam, layar Zoom mempertemukan puluhan penulis dari Aceh, Padang, Jakarta, Makassar, Ambon,
Ketika Sepakbola Menjadi Sejenis Agama Modern
Refleksi Final Spanyol vs Argentina di World Cup 2026 Ketika peluit panjang berbunyi menandai kemenangan Spanyol 1-0 atas Argentina, yang bersorak kegirangan
Takdir Di Balik Lionel Messi Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu
Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026. Seorang bayi berusia sekitar lima bulan menangis pelan ketika tubuh mungilnya dimasukkan ke dalam
Sumatera yang Menangis dan Bunuh Diri Ekologi, Apa Arti Lebih dari 442 Nyawa Melayang?
Oleh: Denny JA Di hadapan jenazah yang disalatkan dan tanah yang masih basah, kita tak boleh lagi bersembunyi di balik kalimat “bencana
Kearifan di Balik Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto Kristiyanto
Dalam politik yang terpolarisasi dan ketidakpastian ekonomi akibat kondisi geo-politik, pemimpinan nasional yang merangkul semua kekuatan bangsa itu sebuah kearifan. Renungan ini
Kualitas Manusia Indonesia dan Human Development Index Menuju 2045
(Pengantar buku Dr. Sri Sulistyaningsih: “Membangun Karakter Bangsa”) Pada suatu pagi musim gugur di Tokyo, tahun 2020. Seorang gadis kecil bernama Mayako
Forum Esoterika dan Enam Prinsip Emas Spiritualitas di Era Artificial Intelligence
Oleh: Denny JA Di jantung Silicon Valley, pusat gemuruh inovasi digital, sebuah paradoks terungkap. Raksasa teknologi seperti Google, yang menghasilkan algoritma untuk
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.










