“Cara lain tak mungkin ditempuh lagi,” dengan suaranya yang serak dan batuk-batuk kecil, Kiai Muskil berjalan agak sempoyongan tertatih-tatih. Baginya, usaha sudah

Banyak orang mengira saya ini mengidap penyakit jiwa. Mereka menganggap saya edan dan kehilangan akal, padahal justru akhir-akhir ini panca indera saya

Marto Gunawan kini sudah meninggal dunia. Tak seorang pun tahu penyebab kematiannya, termasuk para keluarga dan saudara-kerabatnya. Hanya seorang pembantunya yang bernama

Ah, dia lagi? Menyebalkan! Untuk ketiga kalinya saya duduk bersebelahan dengan laki-laki brengsek itu, dalam perjalanan kereta menuju Kota Rangkasbitung, Banten. Ia

Setiap tiga bulan sekali, sebagaimana lazimnya seorang anak berpendidikan tinggi, saya mengunjungi kedua orang tua yang tinggal di sebuah apartemen di wilayah

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.