Di antara detik yang jatuh seperti embun pagi, ada sepasang jiwa yang membangun langitnya sendiri. Bukan dari batu, bukan dari kayu, melainkan
Tag: Bernardus Badj
Menjaga Cinta di Bawah Langit Waktu
Di senja yang menggulung cahaya ke pelukan langit, dua jiwa masih berdiri di tepian waktu. Tak lagi muda, namun tetap utuh, seperti
Mengais Cinta di Gurun Waktu
Puisi ini kupersembahkan kenapa lentera hidupku, ayah dan ibu yang telah menyalakan cahaya di setiap lorong waktu yang kutempuh dalam kelana yang
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.


