Pepatah usang mengatakan apa arti sebuah nama, begitu pun nama sebuah daerah yang mulanya bernama Kabupaten Alor Pantar namun seiring berjalannya waktu kata Pantar hilang dan hanya menyisakan nama Alor. Kabupaten yang berdiri pada tahun 1958 bersamaan dengan terbentuknya provinsi Nusa Temggara Timur (NTT) kala itu.
Salah satu tokoh masyarakat di Desa Kaleb Kecamatan Pantar Timur belum lama ini, menuturkan bahwa mulanya disebut Kabupaten Alor Pantar namun dalam perjalanan kata Pantar hilang dari nama kabupaten Alor yang masih resmi digunakan hingga saat ini.
Melihat dari pengalaman terbentuknya kabupaten di provinsi NTT sebagai daerah kepulauan, setiap daerah yang terdiri dari beberapa pulau selalu menyebut lengkap nama pulau-pulau sebagai nama kabupaten. Seperti kabupaten Rote Ndao dan Sabu Raijua.
Sementara daerah yang tidak menyebutkan nama pulau-pulaunya cenderung membentuk kabupaten masing-masing seturut nama pulaunya. Seperti kabupaten Flores Timur yang mulanya terdiri atas pulau Flores, Lembata, Adonara dan Solor. Kemudian terbentuk kabupaten Lembata dan kini Adonara masuk dalam daftar calon daerah otonomi baru (DOB).
Kata Pantar yang dalam perjalanan hilang dari nama kabupaten Alor menjadi pertanda bahwa akan segera terbentuk DOB Pantar yang lepas dari Alor?
Pantar secara sepintas layak, memenuhi syarat dan sudah masuk daftar calon DOB yang dirilis pemerintah provinsi NTT belum lama ini oleh Gubernur Melki Laka Lena.
Di era Bupati Simeon Th Pally sudah memperjuangkan Bandar Udara Kabir yang dibangun pada masa kepemimpinan Amon Djobo. Dan juga pelabuhan penyeberangan Kapal Ferry ASDP di Bakalang Kecamatan Pantar Timur. Jauh sebelumnya sudah ada pelabuhan penyeberangan Kapal Ferry ASDP di Baranusa Kecamatan Pantar Barat.
Geliat pembangunan infrastruktur sudah nampak di bagian utara pulau Pantar, mulai dari Baranusa sampai Kabir sudah terhubung jalan darat kualitas hotmix. Namun, masih sedikit tertinggal di bagian selatan pulau Pantar.
Ruas jalan bagian selatan dan barat pulau Pantar mestinya menjadi perhatian serius pemerintah dalam menyongsong DOB, selain itu perlu dukungan fasilitas listrik dan air bersih.
Secara administratif Pantar terdiri atas lima kecamatan dan 40 lebih desa/kelurahan yang kini sedang berbenah diri menyambut DOB yang sudah lama dinantikan ribuan rakyat pulau Pantar. Pulau Pantar juga berbatasan laut dengan kabupaten Lembata di sebelah barat dan sebelah selatan dengan Selat Ombay.
Tim Redaksi









