Dukungan partai politik mulai mengkristal, sudah terbentuk dua poros kekuatan politik jelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (Pilgub NTT) akhir November mendatang.
Dua poros yang sudah terbentuk adalah poros NasDem dan PKB mengusung Simon Petrus Kamlasi – Adrianus Garu (SIAGA) dan poros Gerindra mengusung Emanuel Melkiades Laka Lena – Johanis Asadoma.
Pasangan SIAGA relatif aman karena partai NasDem dan PKB telah resmi memberi rekomendasi, dikalkulasi sudah melampaui syarat 20 persen jumlah kursi, gabungan keduanya sudah berjumlah 15 kursi DPRD Provinsi NTT.
Sementara, pasangan Melki-Asadoma baru partai Gerindra yang resmi memberikan surat tugas, belum ada tambahan dukungan resmi tertulis, meskipun disinyalir bakal bergabung partai politik dalam KIM (Koalisi Indonesia Maju).
Melki Laka Lena menyampaikan, pimpinan partai politik dalam KIM pusat sudah membahas dan sepakat soal pasangan calon ini tentunya termasuk pimpinan partai Golkar.
“Pimpinan parpol KIM pusat sudah membahas dan sepakat soal paslon ini tentunya juga pimpinan DPP PG,” kata Melki Laka Lena, Senin (5/8/2024).
Bagaimana nasib PDI Perjuangan dan Demokrat?
Publik masih menanti bakal terbentuk dua poros baru yang dimotori dua partai politik, PDI Perjuangan dan Demokrat. Keduanya sangat berpeluang membentuk poros masing-masing, jika berhasil menggandeng partai politik dan figur bakal calon untuk memenuhi jumlah minimal 20 persen jumlah kursi DPRD Provinsi NTT yaitu 13 kursi.
Adapun hasil Pileg 2024 Partai Gerindra, PDIP, dan Golkar sama-sama meraih 9 kursi. Kemudian NasDem 8 kursi, Demokrat dan PKB masing-masing 7 kursi, PSI 6 kursi, PAN 4 kursi, Hanura 4 kursi, PKS dan Perindo 1 kursi.
(Tim Redaksi)







