Fraksi NasDem: Makan Bergizi Gratis Beri “Multiplier Effect”

oleh -1567 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi NTT, Kasimirus Kolo mengakatan program makan bergizi gratis memberi multiplier effect karena selain memberi makan bergizi anak juga akan menggerakan ekonomi masyarakat dalam menyediakan bahan pangan yang segar, higienis dan bergizi hasil pertanian lokal untuk diolah di dapur umum program makan bergizi gratis.

Kasimirus Kolo menekankan agar pengelolaan dapur umum makan bergizi gratis dilasanakan di tingkat paling bawah yang dekat dengan sasaran penerima manfaat. Pemerintah membuka dapur umum di tingkat desa/kelurahan atau kecamatan untuk mengcover sekolah-sekolah sasaran dalam wilayah itu agar akses lebih mudah dan murah.

“Kita harapkan agar program makan bergizi gratis memberi multiplier effect selain mengatasi gizi anak juga berdapat pada sektor pertanian masyarakat lokal sebagai penyedia bahan pangan untuk dapur umum dalam menyiapkan makanan bergizi,” ujar Kasimirus Kolo, Rabu (8/1/2025).

Kasimirus Kolo juga menegaskan bahwa program makan bergizi gratis perlu diawasi dalam pelaksanaan di lapangan agar benar-benar memberikan makan yang layak dan memenuhi standar nilai gizi. Dan pelaksanaan melibatkan masyarakat setempat seperti kader posyandu, TP PKK Desa/Kelurahan dan masyarakat petani dan peternak setempat.

“Jangan sampai bahan baku seluruhnya diimpor dari luar daerah, sehingga harus utamakan memanfaatkan bahan pangan yang diproduksi masyarakat lokal yang tidak kalah nilai gizi seperti sayuran, buah-buahan, telur dan daging,” tegas Kasimirus Kolo.

Pemeriksa gizi menyebut bahwa setelah mengamati enam jenis sajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya satu yang memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi berdasarkan Permenkes nomor 28 tahun 2019.

Beleid itu mengatur angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia.

Untuk takaran isi piring anak berusia Sekolah Dasar misalnya harus terpenuhi antara 500-700 kalori dan terkandung unsur karbohidrat, protein nabati dan hewani, lemak, dan buah dalam sekali makan.

Sementara itu dari temuan BBC News Indonesia di beberapa daerah, sejumlah siswa mengeluhkan soal sayuran yang mereka makan terasa pahit dan agak kecut.

Ada pula yang kecewa karena tak dapat susu seperti yang dijanjikan.

Beberapa sekolah bahkan terlambat sampai dua jam menerima makanan bergizi gratis.

Pengamat kesehatan dari lembaga kajian Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (Cisdi), Diah Saminarsih, berkata persoalan-persoalan itu sangat krusial yang harusnya segera dievaluasi dan diperbaiki pemerintah sesegera mungkin.

Sebab jika terlambat, bahan makanan dan anggaran yang digelontorkan akan terbuang sia-sia.

Menanggapi hal itu, juru bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Prita Laura, menyebut makan bergizi gratis sudah sesuai yang diinginkan pemerintah kendati diakuinya masih banyak perbaikan.

Adapun terkait standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) dalam makan bergizi gratis, klaimnya, juga sudah dipikirkan dengan melibatkan ahli gizi di tiap-tiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur.

Kendati demikian, dia meminta publik agar terus mendukung program ini.

“Program ini sangat kompleks, temuan-temuan di lapangan sangat baik untuk diperbaiki dalam bentuk SOP. Namun program ini jangan dibunuh, jangan dimatikan, mari improve sama-sama,” tegasnya.

Program Makan Bergizi Gratis bagi anak sekolah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto sudah mulai uji coba pada Senin, 6 Januari 2025 di beberapa sekolah seluruh Indonesia akan memberi dampak yang luas bagi masyarakat daerah yang menjadi lokus pelaksanaan kegiatan.

Presiden Prabowo pernah mengatakan program makan bergizi gratis akan memberikan makan bergizi jutaan anak usia sekolah dan menggerakan perekonomian masyarakat di daerah karena dana puluhan triliun rupiah akan turun ke daerah melalui program ini.

Selain memberi makanan bergizi kepada anak-anak, program ini juga menggerakan ekonomi masyarakat desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi. Menggerakan semua sumber daya lokal untuk kebutuhan bahan pangan makan bergizi yang bersumber dari hasil pertanian masyarakat. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.